Perbedaan utamanya terletak pada batasan yang jelas; orang yang memiliki harga diri tinggi tahu nilai dirinya dan tidak membiarkan orang lain memperlakukan mereka dengan buruk.
Sementara orang egois merasa lebih unggul dan layak mendapatkan perlakuan khusus.
Dikutip dari laman My Inner Creative pada Rabu (4/6/25), jika kamu merasa menghargai dirimu sendiri, pastikan kamu tidak menolerir tujuh perilaku berikut ini.
Karena orang-orang dengan harga diri tinggi tahu batasan mana yang tak boleh dilanggar, demi menjaga kesehatan emosional dan kualitas hubungan.
1. Komentar yang Tidak Sopan
Komentar sinis, lelucon menyakitkan, atau kata-kata yang menjatuhkan bukan hal yang bisa kamu anggap biasa. Kata-kata itu punya kekuatan, entah membangun atau meruntuhkan.
Kalau seseorang mulai meremehkanmu secara verbal, kamu punya hak untuk menarik garis batas. Ini bukan soal baper, tapi soal menjaga harga diri.
2. Memanfaatkan Kebaikanmu
Sering jadi orang yang selalu siap bantu, tapi saat kamu butuh, mereka menghilang? Kalau iya, saatnya kamu sadar. Kebaikan bukan undangan untuk dimanfaatkan.
Orang yang menghargai dirinya tidak membiarkan orang lain mengambil keuntungan dari niat baiknya. Hubungan sehat itu saling menghargai dan saling memberi.
3. Manipulasi Emosional
Gaslighting, rasa bersalah yang dipaksakan, atau sikap pasif-agresif adalah bentuk manipulasi yang merusak. Orang dengan harga diri tinggi tidak akan membiarkan orang lain bermain-main dengan emosi mereka.
Kalau kamu merasa dikontrol secara emosional, jangan ragu untuk keluar dari situasi itu. Kamu berhak atas hubungan yang sehat.
4. Diabaikan dan Diperlakukan Acuh Tak Acuh
Kalau seseorang terus-menerus mengabaikan keberadaanmu, mempertanyakan pentingnya kamu dalam hidup mereka adalah hal yang wajar. Orang yang tahu nilainya tidak akan tinggal dalam hubungan sepihak.
Dihargai dan diperhatikan itu bukan permintaan berlebihan, itu kebutuhan dasar dalam hubungan yang sehat.
5. Janji yang Dilanggar
Janji itu komitmen. Sekali dua kali dilanggar mungkin bisa dimaklumi, tapi kalau jadi kebiasaan, itu pertanda serius. Kamu berhak dikelilingi oleh orang-orang yang bisa dipercaya dan menghargai ucapannya.
Kalau seseorang terus mengecewakanmu, itu berarti mereka tidak menghargaimu seperti yang seharusnya.
6. Kurangnya Empati
Empati adalah jembatan dalam hubungan antarmanusia. Ketika seseorang tidak mampu memahami atau menghargai perasaanmu, itu bisa membuatmu merasa sendirian meskipun tidak sedang sendiri.
Orang yang menghargai dirinya tahu bahwa empati adalah bentuk penghormatan. Kalau itu tidak ada, hubungan akan selalu timpang.
7. Pelanggaran Batas Pribadi
Batas pribadi adalah cermin dari nilai dan kenyamananmu. Kalau seseorang terus melanggarnya, baik secara fisik, verbal, atau emosional. Itu artinya mereka tidak menghormati kamu.
Orang dengan harga diri tinggi tahu kapan harus berkata cukup. Karena menjaga batas adalah bentuk mencintai diri sendiri.
Kunci dari semua ini adalah rasa hormat. Kamu pantas dihormati, oleh orang lain, dan yang paling penting, oleh dirimu sendiri. Kalau kamu sudah menghargai dirimu, jangan kompromi dengan perlakuan yang menyakitkan, meskipun datang dari orang terdekat.
Hidupmu terlalu berharga untuk diisi oleh mereka yang tak bisa memperlakukanmu sebagaimana mestinya. Jadi, dari tujuh perilaku ini, mana yang pernah kamu tolerir? Saatnya berkata cukup, demi dirimu sendiri. (*)
Editor : Hendra Efison