Generasi Z atau Gen Z kerap jadi sorotan karena gaya hidup yang dekat dengan teknologi dan ekspresif dalam berperilaku. Meski begitu, kebiasaan ini tidak hanya milik Gen Z, karena penumpang dari generasi lain pun sering melakukan hal serupa.
Dikutip dari laman Geediting, Selasa (19/8/2025), berikut delapan kebiasaan khas Gen Z yang kerap ditemui di transportasi umum.
- Nonton TikTok Tanpa Headphone
Kereta bisa berubah seperti bioskop mini ketika ada penumpang menonton TikTok dengan volume penuh. Suasana perjalanan akan lebih tenang bila menggunakan headphone.
- Berhenti Tepat di Depan Pintu
Berdiri dekat pintu memang praktis untuk turun, tetapi kebiasaan ini sering menghalangi arus keluar masuk penumpang. Geser beberapa langkah ke dalam bisa membuat jalur lebih lega.
- Ransel Besar yang Jadi "Tameng"
Ransel di punggung kerap tanpa sadar menyikut orang lain. Solusinya, bawa tas di depan dada atau taruh di bawah kaki agar ruang lebih nyaman.
- Kursi Jadi Tempat Penyimpanan Barang
Barang bawaan yang diletakkan di kursi kosong mengurangi tempat duduk penumpang lain. Jika gerbong penuh, barang sebaiknya disimpan di pangkuan atau di bawah kursi.
- Syuting Konten di Kereta
Merekam vlog atau konten seru memang menarik, tetapi bisa membuat penumpang lain jadi figuran tanpa izin. Disarankan mengambil angle rapat atau menghadap jendela.
- Cahaya Ponsel Seperti Lampu Sorot
Layar ponsel dengan kecerahan penuh di malam hari bisa mengganggu penumpang lain. Mode redup atau dark mode bisa menjadi pilihan lebih ramah mata.
- Camilan dengan Aroma Menyengat
Makan di kereta diperbolehkan, namun aroma makanan tajam bisa mengganggu. Pilih camilan berbau netral, serta pastikan sampah tidak ditinggalkan.
- Spam AirDrop dan Notifikasi Grup
Mengirim meme lewat AirDrop pada orang asing mungkin terasa lucu, tetapi bisa membuat jengah. Atur AirDrop ke kontak saja. Notifikasi grup WhatsApp juga sebaiknya dibisukan.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa Gen Z membawa warna baru dalam pengalaman naik transportasi umum. Dengan kesadaran sosial yang lebih tinggi, perjalanan akan lebih nyaman bagi semua penumpang.(*)
Editor : Hendra Efison