Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ayosehat.kemkes.go.id, Kamis (11/9/2025), pemahaman orang tua mengenai pola dan kebiasaan tidur yang ideal menjadi krusial agar si kecil dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Konsistensi adalah kunci dalam membangun rutinitas tidur yang baik. Dengan jadwal yang teratur, anak akan merasa lebih aman dan nyaman, karena mereka tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Rutinitas ini tidak hanya mendukung kesehatan fisik dan emosional, tetapi juga meningkatkan kemampuan belajar anak.
Bagi orangtua, kesibukan sering kali menjadi tantangan. Oleh karena itu, memahami manfaat tidur yang cukup, risiko dari kurang tidur, serta cara sederhana dalam membentuk kebiasaan tidur positif sejak dini adalah hal yang sangat penting.
Mengapa Tidur Penting untuk Si Kecil?
- Produksi Hormon Pertumbuhan
Saat anak tidur, tubuh memproduksi hormon pertumbuhan yang esensial untuk perkembangan fisik dan perbaikan sel. Produksi hormon ini mencapai puncaknya antara pukul 23.00 hingga 02.00, yaitu saat anak berada dalam fase tidur lelap (deep sleep). Maka dari itu, disarankan anak sudah tidur sebelum pukul 21.00 agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mencapai fase tidur dalam dan mendapatkan manfaat tidur secara optimal.
- Otak Memproses Informasi
Tidur memungkinkan otak anak memproses dan menyimpan informasi yang diserap sepanjang hari, mulai dari pengalaman, pengetahuan baru, hingga keterampilan yang sedang dipelajari. Proses ini meningkatkan daya ingat, pemahaman, dan konsentrasi anak di keesokan harinya.
- Pemulihan Tubuh
Selama tidur, sel-sel yang rusak diperbarui dan energi yang terkuras sepanjang hari dipulihkan. Proses ini menjaga kesehatan tubuh, memperkuat sistem kekebalan, dan membuat anak siap beraktivitas dengan penuh semangat.
- Menjaga Kestabilan Emosi dan Konsentrasi
Kurang tidur tidak hanya memengaruhi fisik, tetapi juga emosi dan kemampuan berpikir anak. Anak yang kurang tidur cenderung rewel, mudah tantrum, dan sulit fokus. Kondisi ini dapat menghambat proses belajar dan kemampuan mereka menyerap informasi baru.
Kebutuhan Tidur Anak Berdasarkan Usia
Kebutuhan tidur ideal berbeda-beda sesuai dengan tahapan usia anak, di antaranya:
*Bayi baru lahir (0–3 bulan): 14–17 jam per hari, termasuk tidur siang, untuk mendukung pertumbuhan cepat dan perkembangan otak.
*Bayi (4–12 bulan): 12–16 jam per hari, termasuk 2-4 kali tidur siang.
*Balita (1–2 tahun): 11–14 jam per hari, termasuk 1-2 kali tidur siang.
*Usia prasekolah (3–5 tahun): 10–13 jam per hari, termasuk tidur siang.
Hubungan Kebiasaan dan Kualitas Tidur
Tidur yang terputus-putus, seperti bayi yang sering terbangun, akan menurunkan kualitas istirahatnya. Kualitas tidur yang baik sangat bergantung pada konsistensi kondisi saat anak tertidur.
Jika anak terbiasa tertidur sambil digendong atau menyusu, mereka cenderung mencari kondisi yang sama saat terbangun di antara siklus tidur. Maka dari itu, penting untuk menciptakan lingkungan tidur yang konsisten agar anak dapat melanjutkan siklus tidurnya dengan mudah.
Cara Menerapkan Rutinitas Tidur yang Baik
Rutinitas tidur adalah serangkaian kebiasaan yang dilakukan sebelum tidur untuk membantu anak rileks. Ini berfungsi sebagai sinyal bagi anak bahwa sudah waktunya beristirahat.
- Jadwal Tidur dan Bangun Teratur
Tetapkan jadwal tidur dan bangun yang konsisten setiap hari, dengan toleransi maksimal 30 menit. Lakukan rutinitas pra-tidur secara teratur, seperti mandi air hangat, membaca buku, atau berdoa.
- Ciptakan Lingkungan Tidur Nyaman
*Suhu: Jaga suhu kamar antara 18-22°C dan pakaikan pakaian yang sesuai.
*Cahaya: Redupkan cahaya mulai pukul 18.00 untuk memberi sinyal waktu tidur. Sebaliknya, berikan paparan sinar matahari di pagi hari sebagai tanda waktu bangun.
*Suara: Ciptakan suasana yang tenang karena anak, terutama di bawah 4 bulan, mudah kaget dan terbangun.
Menerapkan kebiasaan tidur yang baik membutuhkan kesabaran dan konsistensi, namun manfaatnya sangat besar bagi tumbuh kembang anak. Dengan rutinitas yang teratur dan lingkungan yang nyaman, anak dapat memperoleh kualitas tidur yang optimal. (*)
Editor : Adetio Purtama