Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Membaca Sebelum Tidur Terbukti Turunkan Stres dan Tingkatkan Kualitas Istirahat

Rafiul Refdi • Sabtu, 18 Oktober 2025 | 16:53 WIB

Studi internasional menunjukkan membaca sebelum tidur menurunkan stres hingga 68 persen, meningkatkan kualitas tidur, dan membantu menjaga kesehatan mental serta kognitif. (foto: Freepik)
Studi internasional menunjukkan membaca sebelum tidur menurunkan stres hingga 68 persen, meningkatkan kualitas tidur, dan membantu menjaga kesehatan mental serta kognitif. (foto: Freepik)
PADEK.JAWAPOS.COM—Sejumlah penelitian internasional mengungkapkan bahwa kebiasaan membaca sebelum tidur tidak hanya menenangkan pikiran, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan fisik dan mental.

Aktivitas sederhana ini terbukti membantu meningkatkan kualitas tidur sekaligus menurunkan tingkat stres.

Mengutip hasil riset The Reading Trial dari Universitas Sussex dan publikasi kesehatan Verywell Health, membaca di malam hari dapat menenangkan pikiran dan mengurangi aktivitas otak yang berlebihan menjelang waktu istirahat.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa kegiatan ini membantu meningkatkan durasi tidur yang lebih stabil serta mengurangi gangguan insomnia ringan.

Penelitian melibatkan lebih dari 500 peserta yang dibagi menjadi dua kelompok: pembaca dan nonpembaca sebelum tidur.

Hasilnya, 42 persen responden yang rutin membaca melaporkan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan 28 persen dari kelompok nonpembaca.

Dr. Christina Reading, peneliti dari proyek tersebut, menjelaskan bahwa membaca buku membantu otak memasuki fase relaksasi.

“Membaca memberi kesempatan bagi pikiran untuk beralih dari tekanan hari ke proses yang lebih tenang dan teratur. Efeknya mirip dengan meditasi ringan,” ujarnya dikutip Healthline.

Sementara itu, riset dari The University of Sussex mencatat bahwa membaca selama enam menit mampu menurunkan tingkat stres hingga 68 persen — lebih tinggi dibandingkan aktivitas relaksasi lain seperti mendengarkan musik atau menikmati teh hangat.

Para ahli menilai bahwa membaca memberikan distraksi positif bagi otak. Fokus terhadap alur cerita membuat pikiran beralih dari tekanan harian, sehingga detak jantung dan tekanan darah menurun secara alami.

Aktivitas ini juga menstimulasi pelepasan hormon endorfin yang menciptakan rasa tenang menjelang tidur.

Dari sisi biologis, penelitian Harvard Medical School menunjukkan bahwa membaca buku fisik lebih bermanfaat dibandingkan membaca lewat gawai.

Baca Juga: Nintendo Siapkan 25 Juta Unit Switch 2 hingga 2026: Bisa jadi Konsol Terlaris Sepanjang Masa?

Paparan cahaya biru dari layar elektronik diketahui dapat menekan produksi melatonin, hormon pengatur tidur.

Sebaliknya, membaca buku cetak dalam cahaya redup membantu menjaga keseimbangan alami ritme sirkadian tubuh.

Ahli tidur dari Sleep Foundation, Dr. Janet Krueger, menyarankan waktu membaca 20–30 menit sebelum tidur.

“Kuncinya adalah konsistensi. Dengan membaca pada waktu yang sama setiap malam, tubuh belajar mengenali sinyal bahwa waktu tidur sudah dekat,” ujarnya.

Selain manfaat jangka pendek, kebiasaan membaca juga berdampak positif terhadap kesehatan kognitif.

Studi jangka panjang menunjukkan bahwa pembaca rutin memiliki risiko lebih rendah terhadap penurunan daya ingat seiring bertambahnya usia karena aktivitas membaca memperkuat koneksi saraf di otak.

Para peneliti menyarankan untuk memilih bacaan ringan, inspiratif, atau bernuansa positif agar lebih efektif dalam menciptakan relaksasi.

Membaca sebelum tidur juga menjadi bentuk digital detox alami yang membantu mengurangi stres akibat paparan layar sepanjang hari.(cc5)

Editor : Hendra Efison
#stres #University of Sussex #membaca sebelum tidur #kualitas tidur #kesehatan mental