Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Tak Lagi Kejar Jabatan, Gen Z–Milenial Indonesia Utamakan Work-Life Balance Menurut Survei Deloitte

Mengki Kurniawan • Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:55 WIB

Ilustrasi pekerja muda di lingkungan perkantoran yang mencerminkan perubahan prioritas karier Gen Z dan milenial Indonesia berdasarkan Survei Deloitte 2025. (pinterest)
Ilustrasi pekerja muda di lingkungan perkantoran yang mencerminkan perubahan prioritas karier Gen Z dan milenial Indonesia berdasarkan Survei Deloitte 2025. (pinterest)
PADEK.JAWAPOS.COM—Tren prioritas dunia kerja di Indonesia menunjukkan pergeseran, seiring Generasi Z dan milenial tidak lagi menempatkan jabatan tinggi sebagai tujuan utama berkarier.

Temuan tersebut terungkap dalam laporan Deloitte 2025 Gen Z and Millennial Survey, yang melibatkan lebih dari 23.000 responden global, termasuk 535 responden dari Indonesia.

Survei ini memotret perubahan sudut pandang generasi muda terhadap karier, dengan penekanan pada keseimbangan hidup, kestabilan penghasilan, dan kondisi kesehatan mental.

Stabilitas Finansial Masih Menjadi Tujuan Utama

Data survei menunjukkan kemandirian finansial tetap menjadi fondasi utama bagi pekerja muda di Indonesia.

Sebanyak 34 persen responden Generasi Z dan 33 persen milenial menyatakan bahwa mencapai stabilitas ekonomi merupakan tujuan karier terpenting saat ini.

Angka tersebut menunjukkan mayoritas responden menempatkan keamanan finansial sebagai prioritas sebelum mengejar aspek lain dalam dunia kerja.

Sementara itu, keinginan untuk memberikan dampak sosial melalui pekerjaan belum menjadi fokus utama.

Hanya sekitar 8 persen Generasi Z dan 5 persen milenial yang menyebut dampak sosial sebagai prioritas karier, berdasarkan hasil survei tersebut.

Temuan ini mengindikasikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar dan kepastian ekonomi masih mendominasi pertimbangan karier generasi muda.

Kesenjangan Dukungan Atasan di Tempat Kerja

Selain stabilitas finansial, isu kesehatan mental dan makna kerja juga menjadi perhatian signifikan bagi Gen Z dan milenial.

Responden menyampaikan meningkatnya sensitivitas terhadap lingkungan kerja yang dinilai terlalu menuntut waktu pribadi atau berisiko mengganggu keseimbangan hidup.

Survei mencatat adanya kesenjangan antara harapan pekerja muda dan peran atasan di tempat kerja.

Sebanyak 72 persen Generasi Z dan 71 persen milenial berharap memperoleh dukungan serta bimbingan nyata dari atasan mereka.

Namun, hanya sekitar 52 persen responden yang menyatakan benar-benar merasakan adanya dukungan atau bimbingan tersebut dalam praktik kerja sehari-hari.

Kondisi ini disoroti oleh Pandemic Talks yang mengutip data dari CNBC Indonesia melalui unggahan pada 7 Februari 2026.

“Banyak responden menilai manajer masih terlalu fokus pada urusan teknis, belum berperan sebagai mentor atau sumber inspirasi,” tulis akun @pandemictalks.

Angka tersebut menunjukkan hampir separuh pekerja muda merasa kurang mendapatkan arahan yang memadai dalam pengembangan karier mereka.

Laporan Deloitte 2025 ini menandai perubahan preferensi karier Gen Z dan milenial Indonesia, yang kini menempatkan keseimbangan hidup, stabilitas finansial, dan dukungan lingkungan kerja sebagai aspek penting dalam memilih dan menjalani pekerjaan.(cr3)

Editor : Hendra Efison
#survei Deloitte 2025 #Work Life Balance #prioritas karier Gen Z dan milenial Indonesia #milenial Indonesia #Gen Z Indonesia