Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Seven Summit Etape 4 Dimulai, Bidik Puncak Kerinci 3.805 Mdpl

Two Efly • Senin, 20 April 2026 | 06:00 WIB
Salah seorang anggota tim Ekspedisi Seven Summit melakukan latihan fisik, Minggu (19/4/2026).
Salah seorang anggota tim Ekspedisi Seven Summit melakukan latihan fisik, Minggu (19/4/2026).

SOLOK SELATAN—Ekspedisi Seven Summit West Sumatera memasuki etape keempat dengan target pendakian Gunung Kerinci hingga Puncak Indrapura di ketinggian 3.805 mdpl.

Gunung Kerinci merupakan salah satu dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia sekaligus gunung tertinggi di Pulau Sumatera.

Secara geografis, gunung ini menjadi batas alam antara Provinsi Sumatera Barat dan Jambi, dengan koordinat 1°41′48″ S dan 101°15′56″ E.

Pendakian direncanakan dimulai Kamis, 23 April 2026 melalui jalur Kersik Tuo yang dikenal sebagai jalur primadona. Tim Seven Summit West Sumatera telah menyiapkan berbagai kebutuhan teknis, termasuk data jalur, jarak tempuh, serta titik pemberhentian.

“Kami akan menempuh jalur primadona Kersik Tuo. Mudah-mudahan cuaca bersahabat dan kami bisa menggapai Puncak Indrapura,” ujar Azib Fattah Mandala Putra.

Baca Juga: Pendaki U-Forty Bangun Musala Hamba Allah di Posko Sago Tanahdatar

Rute dan Target Pendakian

Tim merencanakan bergerak dari Pintu Rimba menuju Shelter 1 pada Kamis siang, dengan target bermalam di Shelter 1 pada ketinggian 2.505 mdpl.

Untuk mencapai titik tersebut, pendaki harus melewati tiga pos. Pos 1 berada di ketinggian 1.910 mdpl dan Pos 2 di 2.010 mdpl dengan jarak tempuh sekitar 1 kilometer dalam waktu 45–65 menit.

Dari Pos 2 ke Pos 3 memakan waktu 50–65 menit sejauh 1,5 kilometer, sedangkan dari Pos 3 ke Shelter 1 membutuhkan 60–90 menit dengan jarak 2 kilometer.

Dari Shelter 1, tim akan melanjutkan perjalanan menuju Shelter 3 yang disebut sebagai rute terberat. Estimasi waktu tempuh mencapai 6–7 jam dengan jarak sekitar 3 kilometer.

Tantangan Cuaca dan Medan

Tim mengakui Gunung Kerinci memiliki karakter berbeda dibanding gunung lain. Selain jalur curam mendekati puncak, kondisi cuaca dan suhu menjadi tantangan utama.

Baca Juga: Perdana, Car Free Day Dharmasraya Diserbu Warga di Pulau Punjung

“Untuk summit harus bergerak dini hari. Selambat-lambatnya pukul 08.00 WIB sudah turun karena asap belerang semakin tebal dan berbahaya bagi pernapasan,” ujar Dani Fauzi.

Selain itu, potensi badai dan hembusan angin kencang pada siang hari juga berisiko menerbangkan material vulkanik kecil yang membahayakan pendaki.

Habil menambahkan, suhu di puncak sangat dingin dan dapat semakin ekstrem saat hujan turun tanpa tanda.

Wajib Gunakan Guide Lokal

Pendakian Gunung Kerinci mewajibkan penggunaan guide lokal sesuai standar operasional dari pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

“Kami selalu menggunakan guide lokal demi keamanan dan kenyamanan,” ujar Azib.

Baca Juga: BNPB Perluas Huntap Sepablock untuk Pemulihan di Limapuluh Kota dan Agam

Guide sekaligus leader perjalanan, Lihun Alfonso, menyebut estimasi pendakian hingga kembali ke pintu rimba membutuhkan waktu empat hari tiga malam. Rinciannya, malam pertama di Shelter 1, malam kedua di Shelter 3, dan malam ketiga kembali di Shelter 1 sebelum turun.

Persiapan Fisik Intensif

Untuk menghadapi etape berat ini, tim telah melakukan latihan fisik secara rutin, seperti jogging dengan beban, maraton, dan latihan naik turun tangga.

Ekspedisi Seven Summit sendiri merupakan misi pendakian tujuh puncak tertinggi di Sumatera Barat yang dimulai sejak November 2024 dan dijadwalkan selesai pada September 2026.

Sebelumnya, tim telah menaklukkan Gunung Talang, Gunung Sago, dan Gunung Talamau. Gunung Kerinci menjadi etape keempat sekaligus salah satu yang paling menantang dalam rangkaian ekspedisi tersebut.(*)

Editor : Hendra Efison
#Seven Summit West Sumatera #Puncak Indrapura #pendakian Kerinci #gunung kerinci