MEDAN, PADEK.JAWAPOS.COM – PT Pertamina Patra Niaga terus memperluas dampak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Program SEKAR (Sekolah Kawasan Pesisir) di SD Negeri 068426, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan.
Program yang berjalan sejak 2025 itu bertujuan meningkatkan literasi lingkungan sekaligus membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan di kalangan pelajar pesisir.
Sebanyak 20 siswa perwakilan kelas IV, V, dan VI mengikuti pelatihan pengelolaan rumah kompos yang menjadi bagian dari pendekatan learning by doing.
Pengetahuan tersebut selanjutnya diharapkan ditularkan kepada seluruh warga sekolah yang terdiri atas 497 siswa dan didukung 26 tenaga pendidik.
Para peserta mempraktikkan cara memilah sampah organik dan anorganik, memanfaatkan rumah kompos, mendaur ulang limbah, menanam vegetasi, hingga mengikuti aksi bersih lingkungan.
Melalui metode praktik langsung, sekolah diharapkan mampu membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Program SEKAR juga mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Pengawas Sekolah Kecamatan Medan Labuhan, Kelurahan Nelayan Indah, serta Pemerintah Kecamatan Medan Labuhan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam memperkuat upaya pelestarian kawasan pesisir.
VP Corporate Communications Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pendidikan lingkungan sejak usia dini menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak generasi yang peduli terhadap keberlanjutan.
"Pertamina Patra Niaga meyakini bahwa upaya menjaga lingkungan perlu dimulai sejak dini. Melalui Program SEKAR, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga membangun kebiasaan positif melalui praktik langsung sehingga para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat pesisir," ujar Kitty.
Rumah Kompos dan PLTS Beri Manfaat Nyata bagi Sekolah
Kepala SD Negeri 068426, Nurhayati, S.Pd, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun Pertamina Patra Niaga melalui Program SEKAR.
Menurutnya, kegiatan tersebut membuat siswa tidak hanya memahami teori pengelolaan sampah, tetapi juga mampu mengolah limbah menjadi karya kreatif yang bernilai.
Ia menyebut para siswa kini telah menghasilkan berbagai kerajinan dari bahan daur ulang, seperti hiasan dinding berbentuk kupu-kupu dan produk kreatif lainnya.
Perubahan perilaku itu menjadi bukti bahwa pendidikan lingkungan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain edukasi pengelolaan sampah, sekolah juga memanfaatkan rumah kompos untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.
Sampah anorganik didaur ulang sehingga mengurangi volume limbah yang berakhir di tempat pembuangan.
Program ini turut didukung fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terpasang di lingkungan sekolah. Keberadaan PLTS mampu menghemat biaya listrik sekitar Rp150 ribu per bulan sekaligus menjadi sumber energi cadangan ketika terjadi pemadaman.
Dukung Target SDGs Lewat Pemberdayaan Masyarakat
Pertamina Patra Niaga menegaskan akan terus mengembangkan program TJSL yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Pendidikan Berkualitas, Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, Penanganan Perubahan Iklim, serta Ekosistem Laut.
Melalui Program SEKAR, perusahaan berharap semakin banyak generasi muda di kawasan pesisir yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan.
Langkah sederhana seperti memilah sampah, mengolah kompos, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah diharapkan menjadi kebiasaan yang terus berkembang hingga ke tengah masyarakat.(*)
Editor : Hendra Efison