Sertifikasi Tukang Penting untuk Kualitas Bangunan, Ini yang Perlu Diperhatikan

Hendra Efison • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:30 WIB
Asesor memberikan penilaian kompetensi kepada peserta Akademi Jago Bangunan PT Semen Padang di Bengkulu Selatan.
Asesor memberikan penilaian kompetensi kepada peserta Akademi Jago Bangunan PT Semen Padang di Bengkulu Selatan.

PADEK.JAWAPOS.COM — Kualitas bangunan tidak hanya bergantung pada material yang digunakan, tetapi juga pada kemampuan tenaga konstruksi yang mengerjakannya. Karena itu, kompetensi tukang menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga mutu pekerjaan, ketepatan teknis, dan keselamatan konstruksi.

Pentingnya kompetensi tenaga konstruksi menjadi salah satu hal yang dibahas dalam Akademi Jago Bangunan PT Semen Padang di Manna Water Park, Kabupaten Bengkulu Selatan, Rabu (30/9/2026).

Sebanyak 101 tenaga konstruksi mengikuti kegiatan yang mencakup pembekalan pengetahuan teknis dan proses sertifikasi.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, mengatakan kemampuan tukang berperan langsung dalam menentukan kualitas hasil pekerjaan di lapangan.

“Kami sadar, tukang adalah ujung tombak dalam menjaga kualitas bangunan. Karena itu, kegiatan ini bukan hanya promosi produk, melainkan juga transfer pengetahuan agar mereka bekerja dengan standar yang lebih baik,” jelas Win.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa kualitas material perlu didukung kemampuan pekerja dalam mengaplikasikannya.

Pemilihan bahan yang tepat tidak akan cukup jika proses pemasangan atau pengerjaan tidak mengikuti ketentuan teknis yang sesuai.

Sertifikasi Menguji Kompetensi, Bukan Sekadar Pengalaman

Pengalaman kerja menjadi modal penting bagi tukang bangunan. Namun, pengalaman dan pengakuan kompetensi merupakan dua hal yang berbeda.

Sertifikasi kompetensi memberikan mekanisme penilaian berdasarkan skema dan standar yang berlaku.

Melalui proses ini, kemampuan tenaga konstruksi dapat dinilai berdasarkan persyaratan kompetensi yang ditetapkan untuk bidang pekerjaan tertentu.

Dalam Akademi Jago Bangunan di Bengkulu Selatan, peserta mengikuti materi teknis, praktik lapangan, dan wawancara dengan asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Astekindo.

Asesor LSP Astekindo, Yoka Mahendra, menilai kegiatan sertifikasi tersebut strategis untuk membantu meningkatkan profesionalisme tenaga konstruksi di daerah.

“Sertifikasi yang dihasilkan dapat membantu tenaga profesional yang ada di Bengkulu Selatan khususnya. Apa yang dilakukan PT Semen Padang ini sangat strategis,” kata Yoka.

Meski demikian, sertifikat tidak otomatis menjamin setiap pekerjaan akan menghasilkan bangunan tanpa masalah.

Mutu konstruksi juga dipengaruhi perencanaan, kesesuaian material, pengawasan, kondisi lapangan, serta kepatuhan terhadap prosedur kerja.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Tukang

Bagi masyarakat yang hendak membangun atau merenovasi rumah, kompetensi tenaga kerja perlu menjadi salah satu pertimbangan saat memilih tukang.

Pertama, periksa pengalaman dan hasil pekerjaan sebelumnya. Portofolio serta referensi pelanggan dapat membantu memberikan gambaran mengenai kualitas pekerjaan yang pernah ditangani.

Kedua, tanyakan keterampilan yang dikuasai dan kesesuaiannya dengan pekerjaan yang dibutuhkan.

Pekerjaan struktur, pemasangan keramik, instalasi, dan pekerjaan finishing membutuhkan keterampilan teknis yang berbeda.

Ketiga, periksa sertifikat kompetensi apabila pekerjaan tersebut membutuhkan tenaga dengan kualifikasi tertentu.

Pastikan sertifikat sesuai dengan bidang pekerjaan dan dapat diverifikasi melalui lembaga yang berwenang.

Keempat, sepakati ruang lingkup pekerjaan, spesifikasi material, jadwal, biaya, serta mekanisme pemeriksaan hasil pekerjaan sebelum proyek dimulai.

Kepala Bidang Jasa Konstruksi Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bengkulu Selatan, Dwi Eka Noprayanti, menyambut baik kegiatan sertifikasi tersebut karena dinilai bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi.

Peningkatan kompetensi tenaga konstruksi membutuhkan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, lembaga sertifikasi, pelaku usaha, dan para pekerja.

Pelatihan dan sertifikasi menjadi bagian dari upaya tersebut, sedangkan penerapan keterampilan dan standar teknis di lapangan tetap menentukan kualitas pekerjaan.(*)

Editor : Hendra Efison
sertifikasi tukang kualitas bangunan kompetensi konstruksi tips memilih tukang