Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perjalanan Musik Willy Pangeran: Dari Vakum hingga Rilis 5 Single

Adetio Purtama • Sabtu, 25 April 2026 | 10:57 WIB
(DOKUMENTASI WILLY PANGERAN)
(DOKUMENTASI WILLY PANGERAN)

Perjalanan bermusik Willy Pangeran tidak lahir dari jalur instan. Solois asal Sumatera Barat ini memulai ketertarikannya pada musik sejak masa sekolah, ketika aktif bermain band bersama teman-temannya sebagai gitaris. Aktivitas tersebut berlanjut hingga awal masa kuliah, tepatnya sampai semester dua.

Adetio Purtama, Padang--

Namun, setelah itu ia sempat berhenti dari dunia musik. Di masa vakum tersebut, Willy justru menemukan sisi kreatif lain dalam dirinya, yakni menulis. Dari kebiasaan menulis itulah lahir berbagai lirik lagu yang kemudian menjadi fondasi kembalinya ia ke dunia musik.

“Selama beberapa tahun tidak bermain musik, saya justru menghasilkan banyak lirik yang saya pikir bisa diproduksi,” ujarnya.

Baca Juga: Band Metal, Dust: Lirik Kritis dan Filosofi Mendalam

Memasuki fase baru sebagai solois, Willy harus menghadapi tantangan besar. Ia memilih jalur independen, yang berarti seluruh proses—mulai dari produksi, distribusi, hingga promosi—dilakukan sendiri. “Cukup kewalahan, karena semuanya serba sendiri,” katanya.

Menariknya, nama Willy Pangeran bukanlah nama panggung, melainkan nama aslinya. Ia memilih untuk tetap menggunakan identitas tersebut sebagai bagian dari kejujuran dalam berkarya.

Dalam bermusik, Willy secara konsisten mengusung genre pop. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Ia menilai musik pop memiliki jangkauan pendengar yang luas dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.

Baca Juga: Jalan Baru Batugadang–Baringin Diharapkan Percepat Ekonomi

“Menurut saya, genre pop punya basis pendengar yang besar dan hampir semua kalangan mendengarkannya,” ujarnya.

Perjalanan musikalnya dipengaruhi oleh berbagai musisi, baik dari lingkaran terdekat maupun skala nasional dan internasional. Di antaranya adalah Brian Rahmattio dan Andalas Etnika, serta nama-nama seperti Fiersa Besari, Pamungkas, Sammy Simorangkir, Feast, Niki Zefanya, Christian Bautista, Gracie Abrams, hingga Elevation Worship. Pengaruh tersebut tidak hanya dari karya, tetapi juga dari proses mereka dalam membangun karier.

Sejauh ini, Willy telah merilis lima single, yakni Pelukku Pelukmu, Menanti Kata, Suaraku, Harapan, dan Jalan Menuju Keheningan. Lagu-lagu tersebut lahir dari kombinasi pengalaman pribadi serta refleksi terhadap fenomena sosial yang ia amati.

Baca Juga: Mengenal Distance, Band Shoegaze Asal Padang: Rilis Dua Single, Siap Garap Album Perdana

Salah satu keunikan dalam proses kreatifnya adalah keterkaitan antara musik dan dunia literasi. Willy juga dikenal sebagai penulis, dan beberapa lagunya terinspirasi langsung dari karya tulisnya sendiri.
Lagu Pelukku Pelukmu berasal dari novel saya dengan judul yang sama. Bahkan liriknya ada di dalam novel tersebut,” jelasnya.

Meski produktif, perjalanan kariernya di dunia musik tidak lepas dari tantangan, terutama terkait ekosistem musik di Sumatera Barat yang dinilai belum sepenuhnya matang dan sehat.

Ia juga mengakui bahwa hingga saat ini dirinya belum banyak tampil di panggung komersial dengan membawakan karya sendiri, mengingat baru sekitar satu tahun terakhir aktif merilis lagu secara profesional.

Baca Juga: Siklus Berulang, Kekerasan bukan Bentuk Kasih Sayang

Di tengah perkembangan teknologi, Willy melihat platform digital sebagai peluang besar bagi musisi independen. Selain membantu distribusi karya, media sosial juga menjadi sarana promosi yang efektif dengan biaya relatif rendah.

Namun, ia menekankan bahwa musisi saat ini juga dituntut memiliki kemampuan tambahan, seperti menjadi content creator untuk memasarkan karya mereka sendiri.

Terkait perkembangan gigs dan skena musik di Sumatera Barat, Willy menilai bahwa acara gigs sudah cukup berpihak pada musisi sebagai wadah awal untuk tampil. Namun, langkah selanjutnya tetap bergantung pada kesiapan masing-masing musisi dalam mengembangkan karier.

Baca Juga: Jalan Nyaman dan Setara Penyandang Disabilitas Mengakses PTN, Menerabas Batas untuk Kehidupan lebih Baik

“Skena musik memang masih kecil, tapi itu bukan masalah. Semua dimulai dari hal kecil,” ujarnya.

Menurutnya, kunci agar musisi Sumatera Barat bisa menembus pasar nasional terletak pada keseimbangan antara penawaran dan permintaan, yakni kualitas karya serta kekuatan basis penggemar.

Ke depan, Willy berharap ekosistem musik di Sumatera Barat dapat terus berkembang dan semakin produktif. Ia juga mengungkapkan tengah menyiapkan proyek lanjutan yang masih berkaitan dengan musik dan dunia buku. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Willy Pangeran #perjalanan musik #musisi #solois