PADEK.JAWAPOS.COM–Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) kembali menjalankan program tahunan Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) pada 2026 sebagai upaya memperluas ruang berekspresi dan mengembangkan ekosistem seni di kalangan pelajar. Program yang telah berlangsung sejak 2011 itu akan mengunjungi delapan sekolah menengah di Sumatera Barat mulai 31 Juli hingga 8 Agustus 2026.
Delapan sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan NTMS 2026 yakni SMAN 1 Batang Anai, SMAN 2 Batang Anai, MAN 1 Agam, MAN 4 Agam, SMAN 1 Danau Kembar, SMAN 1 Kubung, SMAN 1 Gunung Talang, dan SMAN 1 Lembang Jaya.
Dari jumlah tersebut, enam sekolah dipilih melalui proses seleksi, sedangkan dua sekolah lainnya diundang secara langsung karena berada di sekitar sekretariat Komunitas Seni Nan Tumpah di Korong Kasai.
Baca Juga: Cuaca Sumbar Hari Ini 29 Juli 2026: Padang Berkabut, Solok hingga Payakumbuh Diguyur Hujan Ringan
Ketua Komunitas Seni Nan Tumpah, Mahatma Muhammad, mengatakan program NTMS lahir dari keprihatinan terhadap masih terbatasnya ruang belajar seni di lingkungan sekolah. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni, tetapi juga mendorong lahirnya proses kreatif yang berkelanjutan di kalangan siswa.
"Sudah lima belas tahun kami masuk ke sekolah-sekolah. Yang kami bawa selalu sama, yakni satu pertunjukan, pelatihan, dan satu pertanyaan. Pertanyaannya berbeda-beda setiap tahun, tetapi intinya sama, yaitu cerita apa yang ada di kepala anak-anak sekolah menengah dan apa yang menghalangi mereka untuk mengungkapkannya," ujar Mahatma.
Ia menegaskan, KSNT tidak datang sebagai pengajar seni formal, melainkan sebagai pemantik kreativitas.
Baca Juga: Kotoran Burung Kuntul Penuhi Kawasan Dekranasda Tanah Datar, Pegawai Keluhkan Bau Menyengat
"Kami bukan guru kesenian. Kami datang, bermain, melatih, lalu pulang. Yang kami harapkan, setelah kami pulang, ada sesuatu yang tidak ikut pulang, yaitu semangat berkesenian yang tetap tumbuh di sekolah," katanya.
Selama rangkaian kunjungan, KSNT akan menampilkan pertunjukan teater berjudul Selamat Hari Profesi serta pertunjukan musikalisasi puisi.
Naskah teater tersebut ditulis oleh Karta Kusumah, dengan penyutradaraan Desi Fitriana dan Desvy Sagita, serta penata musik Tenku Raja Ganesha.
Baca Juga: Rumah Layak Huni PT Semen Padang Dibangun dengan Sepablock, Lebih Cepat dan Kokoh
Pementasan akan dibawakan oleh Cadhla Tri Gunawan, Nadya Sri Novita, M. Fakkur Riski, Daffa Al Zikra, Diah Anggina, dan Hilda Ismia, yang sebagian besar merupakan remaja dari kelas kolektif seni Kelana Akhir Pekan.
Kegiatan ini juga didukung oleh tim produksi yang terdiri atas Rahmila Wahdera, Olimsyaf Putra Asmara, Erik Ade Pratama, dan David Agustian.
Menariknya, setelah pertunjukan dari KSNT selesai, para siswa dari masing-masing sekolah juga diberi kesempatan untuk menampilkan karya seni mereka sendiri sebagai bagian dari ruang apresiasi dan kolaborasi.
Baca Juga: Lolos Kampus Luar Negeri, Nayla Pilih Unand agar Tak Membebani Orang Tua
Manajer Program KSNT, Fajry Chaniago, menjelaskan bahwa sesi pelatihan menjadi salah satu inti kegiatan NTMS karena siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga dilibatkan secara aktif dalam proses berkesenian.
Pelatihan tersebut mencakup dasar-dasar penulisan lakon dan cerita, penciptaan musikalisasi puisi, dasar-dasar pemeranan, koreografi, hingga pengantar penyutradaraan.
"Kami sengaja menyusun materi yang lengkap, mulai dari menulis, olah tubuh, hingga musik, karena kami tidak pernah tahu dari sisi mana minat siswa akan muncul. Ada yang ternyata berbakat menulis, ada pula yang lebih percaya diri mengekspresikan diri melalui gerak. Karena itu, kami membuka semua pintu kreativitas," ujar Fajry.
Baca Juga: Hampir Separuh Rumah Murid Terdampak Banjir, SD Bustanul Ulum Semen Padang Pulihkan Trauma Anak
Menurutnya, pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu siswa menemukan potensi seni yang selama ini belum tersalurkan.
Program Nan Tumpah Masuk Sekolah merupakan bagian dari komitmen Komunitas Seni Nan Tumpah dalam memperluas jejaring ekosistem seni di Sumatera Barat. Semakin banyak sekolah yang terlibat, semakin luas pula ruang kolaborasi yang dapat dibangun antarpelajar dan komunitas seni.
Pelaksanaan NTMS 2026 mendapat dukungan dari Program Fasilitasi bagi Komunitas Sastra yang diselenggarakan oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Baca Juga: ASPIKOM Gelar Trauma Healing bagi Siswa SD Bustanul Ulum Semen Padang Pascabencana
Sejak pertama kali digelar pada 2011, program ini telah menjangkau lebih dari 40 sekolah di berbagai wilayah Sumatera Barat, mulai dari Kota Padang, Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, hingga Kabupaten Sijunjung.
Sejumlah sekolah yang pernah menjadi bagian dari program ini antara lain SMAN 1 Siberut Selatan, SMA Lentera Mentawai, SMA Swasta Al Istiqomah Pasaman Barat, SMKN 4 Sijunjung, SMA Plus INS Kayutanam, SMAN 1 Padang Panjang, dan SMAN 1 Payakumbuh.
Komunitas Seni Nan Tumpah berharap NTMS 2026 mampu melahirkan lebih banyak ruang ekspresi bagi generasi muda sekaligus memperkuat budaya literasi dan kesenian di lingkungan sekolah. Informasi mengenai jadwal dan rangkaian kegiatan NTMS 2026 dapat diikuti melalui media sosial resmi Komunitas Seni Nan Tumpah dan Nan Tumpah Masuk Sekolah. (*)
Editor : Adetio Purtama