Dwiyogo Rilis EP Perdana Puri Baluwarti: Merangkai Kisah Cinta dari Awal hingga Perpisahan

Adetio Purtama • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 10:09 WIB
Solois muda asal Sumbar, Dwiyogo baru saja merils EP perdananya bertajuk Puri Baluwarti. (DOKUMENTASI DWIYOGO)
Solois muda asal Sumbar, Dwiyogo baru saja merils EP perdananya bertajuk Puri Baluwarti. (DOKUMENTASI DWIYOGO)

PADEK.JAWAPOS.COM–Solois Romantic Pop asal Sumatera Barat, Dwiyogo, resmi memperkenalkan Extended Play (EP) perdananya bertajuk Puri Baluwarti.

Karya berisi enam lagu tersebut menjadi langkah awal Dwiyogo dalam membangun identitas musikal yang mengangkat tema cinta, nostalgia, dan perjalanan emosi manusia melalui balutan musik pop bernuansa klasik.

Dalam keterangan resminya kepada Padang Ekspres, Dwiyogo menyebut, Puri Baluwarti tidak hanya diposisikan sebagai kumpulan lagu bertema asmara, tetapi dirancang sebagai sebuah perjalanan emosional yang saling terhubung.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar Hari Ini, Sabtu 1 Agustus 2026: Padang hingga Bukittinggi Berawan

“Setiap lagu menjadi bagian dari satu kisah utuh yang menggambarkan perjalanan cinta, mulai dari pertemuan pertama, kebersamaan, keraguan, perpisahan, hingga akhirnya menjadi kenangan yang tetap tersimpan di hati,” tuturnya.

Judul Puri Baluwarti dipilih sebagai metafora utama dalam keseluruhan konsep EP. Kata "Puri" dimaknai sebagai istana atau keraton, sedangkan "Baluwarti" berarti benteng yang melindungi isi keraton.

Dwiyogo menggunakan simbol tersebut untuk menggambarkan hati manusia sebagai ruang yang menyimpan berbagai kenangan dan pengalaman cinta yang tetap terjaga meski waktu terus berjalan.

Baca Juga: Revitalisasi Taman Baca di Paninjauan Solok, UNP Perkuat Literasi Berkelanjutan

Secara musikal, Dwiyogo mengusung warna Romantic Pop dengan memadukan inspirasi musik pop lintas dekade, khususnya era 1960-an hingga 1990-an.

Aransemen dalam EP ini menghadirkan karakter gitar elektrik bernuansa vintage, permainan organ, bass melodis, serta nuansa hangat yang mengajak pendengar bernostalgia layaknya membuka album foto lama.

Lirik-lirik yang ditulis menggunakan bahasa sederhana menjadi salah satu kekuatan EP ini. Dwiyogo memilih menghadirkan kisah cinta apa adanya, tanpa dramatisasi berlebihan, sehingga lebih dekat dengan pengalaman banyak orang.

Baca Juga: Chelsea Didenda 10 Juta Pound Sterling oleh FA, Terhindar dari Pengurangan Poin usai Banding

EP Puri Baluwarti terdiri atas enam lagu, yakni Hitam Manisku, Bagai Lantana, Galala, Dalam Dekapan, Helai, dan Mesra Yang Tergenang. Keenam lagu tersebut disusun secara berurutan sehingga membentuk alur cerita yang saling berkaitan.

Lagu pembuka, Hitam Manisku, mengisahkan momen ketika seseorang mulai merasakan ketertarikan dan jatuh cinta. Cerita kemudian berlanjut melalui Bagai Lantana yang menggambarkan fase hubungan yang penuh harapan.

Memasuki lagu Galala, hubungan mulai diwarnai keraguan dan jarak emosional, sebelum mencapai puncak konflik dalam Dalam Dekapan.

Baca Juga: Barcelona Datangkan Wonderkid Belgia Jesse Bisiwu dari Club Brugge, Kontrak hingga 2031

Sementara itu, Helai menjadi refleksi tentang menerima perpisahan sebagai bagian dari proses bertumbuh, dan Mesra Yang Tergenang hadir sebagai penutup yang merangkum kenangan tanpa menyisakan dendam maupun penyesalan.

Dwiyogo menjelaskan bahwa EP ini lahir dari keyakinannya bahwa hubungan yang telah berakhir tetap memiliki nilai penting dalam kehidupan seseorang.

"Saya selalu percaya bahwa hubungan yang telah selesai tidak berarti kehilangan seluruh nilainya. Justru setelah semuanya berakhir, kita baru menyadari bahwa setiap pertemuan telah membentuk siapa diri kita hari ini. Bagi saya, kenangan tidak perlu dibuang. Ia hanya perlu disimpan di tempat yang indah," ujar Dwiyogo.

Baca Juga: Eddie Howe Tinggalkan Newcastle United, Matthias Jaissle Jadi Kandidat Terkuat Pelatih Baru

Melalui Puri Baluwarti, Dwiyogo berharap pendengar tidak hanya menikmati lagu-lagu bertema cinta, tetapi juga memahami bahwa setiap fase hubungan memiliki makna tersendiri.

Pertemuan, kebersamaan, keraguan, hingga perpisahan dipandang sebagai bagian dari perjalanan hidup yang layak dikenang, bukan untuk terus disesali.

Puri Baluwarti menjadi karya panjang pertama Dwiyogo sekaligus penanda arah artistik yang ingin ia bangun sebagai solois Romantic Pop. Melalui karya ini, ia ingin menghadirkan musik sebagai ruang untuk mengenang, menerima, dan merayakan setiap fase kehidupan. (adt)

Editor : Adetio Purtama
Dwiyogo EP Puri Baluwarti solois Sumbar kisah cinta musisi