PADEK.JAWAPOS.COM–Grup musik asal Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar), Zibos Band, memasuki 2026 dengan target memperluas perjalanan mereka di industri musik.
Setelah merilis single perdana Marana pada 22 November 2025, band ini menargetkan lahirnya karya baru sekaligus kesempatan tampil dalam event berskala nasional.
Manajer Zibos Band, Ade Suhendra kepada Padang Ekspres mengatakan, target tersebut menjadi bagian dari strategi Zibos Band untuk memperkenalkan karakter musik mereka kepada pendengar yang lebih luas.
Baca Juga: 19 Atlet IODI Sumbar ke Kejurnas, Targetkan Tiga Medali di PON
Selain berkarya melalui platform digital, mereka juga ingin memperbanyak pengalaman tampil di berbagai panggung.
Single Marana sendiri telah tersedia di sejumlah platform digital, termasuk Spotify, Apple Music, YouTube, Instagram, TikTok, dan platform musik lainnya.
Ade menambahkan, 2026 menjadi momentum bagi grup tersebut untuk lebih aktif berkarya sekaligus memperluas jejaring pertunjukan.
Baca Juga: Kakanwil Cup Ditjenpas Sumbar, Sportivitas Jadi Modal Integritas
Menurut Ade, musik bagi Zibos bukan sekadar produk hiburan. Musik menjadi sarana untuk membangun hubungan emosional antara musisi dan pendengar sekaligus membuka ruang bagi karya musisi daerah agar dapat dikenal lebih luas.
“Musik bukan hanya hiburan, tapi medium ekspresi dan jembatan emosional antara seniman dan pendengarnya,” ujar Ade.
Zibos Band tidak hanya menargetkan produksi lagu baru. Mereka juga membidik kesempatan tampil dalam event dengan jangkauan yang lebih besar.
Baca Juga: Padang Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO, Gubernur Sumbar Tekankan Keamanan Pangan dan UMKM
“Target kami tahun ini bukan hanya menghasilkan karya baru, tetapi juga bisa membawa Zibos tampil di event berskala nasional. Kami ingin karya dan karakter musik Zibos bisa dikenal lebih luas,” kata Ade.
Sejumlah panggung telah menjadi bagian dari perjalanan Zibos. Salah satunya adalah penampilan mereka dalam Road to Unity Fest 2026.
Pengalaman tampil di berbagai event menjadi kesempatan bagi para personel untuk meningkatkan jam terbang sekaligus memperkenalkan karakter musik Zibos kepada penonton dengan latar belakang yang beragam.
Baca Juga: Damkar Padang Tiba 2 Menit Setelah Laporan, 2 Rumah Lain Selamat di Pasar Ambacang
Dalam waktu dekat, Zibos Band juga dijadwalkan tampil di Payakumbuh Creative Market (PCM) 2026 yang berlangsung di Kota Payakumbuh pada 9 Agustus 2026.
Panggung tersebut menjadi salah satu ruang bagi Zibos untuk berinteraksi langsung dengan penonton sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam ekosistem kreatif daerah.
Ade mengatakan Zibos akan terus membuka peluang untuk tampil dan berkolaborasi dalam berbagai kegiatan musik maupun event kreatif.
Baca Juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini Cerah, Sawahlunto Capai 32°C
“Kami ingin Zibos tidak hanya aktif merilis lagu, tetapi juga hadir di berbagai ruang kreatif. Panggung adalah bagian penting untuk memperkenalkan musik kami sekaligus membangun koneksi langsung dengan penonton,” ujarnya.
Kekuatan Zibos Band turut dibangun dari karakter musikal masing-masing personel. Di posisi drum, RoselOcel atau Abdi Tunggal Rosel menjadi salah satu penggerak energi permainan Zibos.
Ia telah aktif bermusik sejak 2004 dan pernah terlibat bersama sejumlah band, antara lain Obelix, The Giving, Rubby, Olula, Belian, dan Wisnoise.
Baca Juga: Jalan Sasak-Maligi Pasbar Mulus, Diaspal dengan Dana Rp2,3 Miliar
Rosel mendapat pengaruh dari sejumlah nama besar seperti Nirvana, Foo Fighters, Arctic Monkeys, dan Green Day. Pengaruh tersebut kemudian ikut membentuk permainan drumnya yang lekat dengan nuansa grunge dan alternative rock. “Drum itu bukan hanya ketukan; itu energi,” katanya.
Sementara itu, Lycko atau Likona Putra mengisi posisi bass. Permainannya menjadi fondasi groove yang menopang karakter musik Zibos.
Lycko menyebut Billy Sheehan, Victor Wooten, dan Flea sebagai sejumlah pemain bass yang memengaruhi musikalitasnya. Ia juga memiliki pengalaman bersama Blitz Bandl, TBC Band, dan Deniro Band serta pernah berkolaborasi dengan sejumlah musisi nasional.
Baca Juga: Ribuan Warga Padati Pantai Cimpago, Semen Padang Semarakkan Pawai Telong-Telong HJK Padang ke-357
“Musik bukan sekadar bunyi, tapi bahasa jiwa,” ujar Lycko.
Pada gitar, Suru atau Nursa Hiru menghadirkan warna melalui riff, melodi, dan permainan rock modern. Ia mendapat pengaruh dari Queen, Guns N’ Roses, Muse, hingga AC/DC.
Suru sebelumnya memiliki pengalaman bersama Ruby, Olula, Belian, hingga Cowboys Smokers. Adapun posisi vokal diisi Qopin atau Nofriandi. Karakter vokalnya yang ekspresif dipengaruhi sejumlah vokalis, di antaranya Anthony Kiedis, Freddie Mercury, dan Chester Bennington.
Baca Juga: Bayern Munich Menang 2-1 atas Aston Villa, Vincent Kompany Puas dengan Performa Tim Muda
Qopin sebelumnya merupakan vokalis utama Savecold dan Jump sebelum bergabung dengan Zibos. “Setiap lirik adalah cerita, dan tugas vokalis adalah membuat cerita itu hidup,” ujar Qopin saat sesi rekaman.
Perpaduan karakter para personel tersebut kemudian menjadi warna musikal Zibos Band, salah satunya dalam single perdana mereka, Marana.
Lagu tersebut dirilis pada 22 November 2025 dan menjadi pijakan awal bagi Zibos untuk memperkenalkan karya mereka kepada publik melalui berbagai platform digital.
Baca Juga: Gol Ilhan Fandi Pupus Harapan Indonesia, Singapura Lolos ke Semifinal sebagai Runner-up Grup
Memasuki 2026, band asal Sumatera Barat itu ingin menjaga konsistensi berkarya sembari memperluas jaringan pertunjukan. Penampilan di Road to Unity Fest 2026 dan agenda Payakumbuh Creative Market 2026 menjadi bagian dari langkah tersebut.
Di sisi manajemen, Ade Suhendra membawa pengalaman di bidang media dan pengelolaan konten digital untuk membantu memperkuat strategi komunikasi serta promosi Zibos. Ade diketahui aktif sebagai founder Sudut Payakumbuh dan juga tengah menempuh studi S2 Pendidikan Bahasa Inggris di UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
Dengan perpaduan karakter musikal para personel, dukungan manajemen, serta pemanfaatan platform digital, Zibos Band optimistis dapat melahirkan karya baru dan memperluas jangkauan penampilan mereka.
Baca Juga: Vietnam Tekuk Kamboja 3-1, Brace Đình Bắc Antar Juara Grup A ke Semifinal ASEAN Hyundai Cup 2026
Bagi Zibos, perjalanan menuju panggung yang lebih besar bukan hanya soal popularitas, tetapi juga tentang membawa karakter musik dari Sumatera Barat agar semakin dikenal oleh pendengar di berbagai daerah. (adt/rel)
Editor : Adetio Purtama