PADEK.JAWAPOS.COM–The Midnight Darlings memasuki babak baru dalam perjalanan musik mereka. Setelah memperkenalkan warna musikal melalui Am I Loving You Alone? dan Momentary Pleasure, trio yang beranggotakan Vanesha Prescilla, Jevin Julian, dan Aldrienko Pakusadewo kini bersiap meluncurkan album debut.
Album tersebut dijadwalkan hadir pada September 2026. Kabar mengenai perilisan album telah diumumkan The Midnight Darlings melalui akun Instagram resmi mereka.
Sembari menantikan album perdana tersebut, The Midnight Darlings melalui akun Instagram mereka juga terus memperkenalkan sisi musikal mereka melalui Semu.
Baca Juga: Usai Rilis Marana, Zibos Band Siapkan Karya Baru
Lagu ini menjadi single pertama mereka yang ditulis sepenuhnya dalam bahasa Indonesia. Berbeda dari karya sebelumnya yang banyak mengeksplorasi nostalgia dan romansa masa remaja, Semu membawa cerita yang lebih dewasa dan emosional.
Lagu tersebut lahir dari sebuah kisah nyata mengenai hubungan yang bertahan selama bertahun-tahun, tetapi pada akhirnya harus berakhir bukan karena perasaan yang hilang, melainkan karena keadaan yang berada di luar kendali kedua orang tersebut.
Semu terinspirasi dari pengalaman seorang sahabat dekat Jevin Julian yang menjalani hubungan secara diam-diam selama tujuh tahun.
Baca Juga: 19 Atlet IODI Sumbar ke Kejurnas, Targetkan Tiga Medali di PON
Hubungan tersebut harus dijalani tanpa restu keluarga. Meski demikian, keduanya tetap berusaha mempertahankan hubungan sembari mempersiapkan masa depan bersama.
Namun, sebuah keputusan dari keluarga akhirnya membuat hubungan yang telah diperjuangkan selama bertahun-tahun tersebut berakhir.
Cerita itu kemudian membekas dalam diri Jevin. Ia melihat secara langsung bagaimana sahabatnya berusaha mempertahankan hubungan tersebut, termasuk melalui hal-hal sederhana yang menunjukkan betapa dalam perasaan yang dimiliki.
Baca Juga: Kakanwil Cup Ditjenpas Sumbar, Sportivitas Jadi Modal Integritas
Salah satunya adalah kebiasaan sang sahabat melukis wajah perempuan yang dicintainya. Sebagian lukisan diberikan, sementara sebagian lainnya tetap disimpan.
Pengalaman tersebut menjadi titik awal Jevin dalam menulis Semu. “Yang paling membekas buat gue bukan cuma karena mereka akhirnya nggak bersama, tapi karena gue melihat sendiri bagaimana dia memperjuangkan hubungan itu selama bertahun-tahun,” cerita Jevin.
Menurutnya, berakhirnya hubungan tersebut meninggalkan luka yang sulit dijelaskan hanya dengan kata-kata.
Baca Juga: Padang Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO, Gubernur Sumbar Tekankan Keamanan Pangan dan UMKM
“Dia bahkan sering melukis wajah perempuan yang dia cintai, ada yang diberikan, ada juga yang disimpan sendiri. Ketika semuanya harus selesai begitu saja, rasanya ada luka yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Dari situlah Semu lahir,” lanjut Jevin.
Ketika Cinta Saja Tidak Selalu Cukup
Melalui Semu, The Midnight Darlings mencoba mengangkat sisi lain dari sebuah perpisahan. Tidak semua hubungan berakhir karena seseorang berhenti mencintai. Ada kalanya dua orang masih memiliki perasaan yang sama, tetapi keadaan membuat mereka tidak lagi dapat berjalan bersama.
Gagasan tersebut menjadi inti emosional dari Semu. Lagu ini menggambarkan bagaimana harapan dapat perlahan memudar ketika realitas memaksa seseorang menerima bahwa cinta saja terkadang tidak cukup untuk menyatukan dua orang.
Baca Juga: Damkar Padang Tiba 2 Menit Setelah Laporan, 2 Rumah Lain Selamat di Pasar Ambacang
Tema tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan warna musikal The Midnight Darlings. Jika karya-karya sebelumnya banyak membawa pendengar ke ruang nostalgia dan romansa remaja, Semu menawarkan cerita yang lebih reflektif mengenai cinta, kehilangan, dan penerimaan.
Kehadiran Semu menjadi salah satu langkah The Midnight Darlings sebelum memasuki fase baru melalui album debut mereka.
Trio Vanesha Prescilla, Jevin Julian, dan Aldrienko Pakusadewo sebelumnya telah memperkenalkan identitas musikal mereka melalui sejumlah karya. Kini, album debut yang dijadwalkan rilis September 2026 akan menjadi ruang yang lebih luas bagi mereka untuk memperlihatkan perjalanan musikal tersebut.
Baca Juga: Cuaca 7 Kota Sumbar Hari Ini Cerah, Sawahlunto Capai 32°C
Dengan Semu, The Midnight Darlings tidak hanya menghadirkan lagu berbahasa Indonesia, tetapi juga menawarkan cerita tentang perasaan yang tetap ada meski sebuah hubungan harus berakhir.
Pada akhirnya, Semu menjadi pengingat bahwa tidak semua kisah cinta berakhir karena rasa yang menghilang. Sebagian justru berakhir ketika dua orang masih saling mencintai, tetapi harus menerima kenyataan bahwa hidup membawa mereka ke arah yang berbeda. (*)
Editor : Adetio Purtama