Kolaborasi Tomy Bollin, Si Leman, Belsha, Jaek Band, dan Pucatpasi menghadirkan karya musik terbaru berjudul Jadih DaTom. Mengusung genre Hip-Hop Minang, lagu ini mengangkat perbedaan sudut pandang antara generasi muda dan generasi tua dalam melihat kehidupan, nilai sosial, serta lingkungan di sekitarnya.
Laporan ADETIO PURTAMA, Padang--
Jadih DaTom tidak sekadar menjadi karya musik, tetapi juga ruang ekspresi yang menggambarkan realitas sosial melalui percakapan dan benturan perspektif antargenerasi.
Lagu ini menghadirkan semacam “arena debat” musikal yang mempertemukan keberanian generasi muda dalam menyuarakan pandangan dengan pengalaman serta nilai adat yang dibawa generasi tua.
Kepada Padang Ekspres, Si Leman mengatakan, dalam Jadih DaTom, ia dan Belsha tampil sebagai representasi generasi muda. Keduanya membawa karakter yang lantang, ekspresif, dan terbuka dalam menyampaikan pandangan.
Baca Juga: 4 Rumah di Ampek Angkek Agam Terbakar, Petugas Padamkan Api Dini Hari
Melalui lirik dan gaya penyampaian yang tegas, keduanya merepresentasikan semangat generasi muda yang menginginkan kebebasan, kejujuran, serta ruang untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.
Kritik terhadap lingkungan sekitar juga menjadi bagian dari ekspresi yang dibawa. Sikap tersebut menggambarkan karakter generasi muda yang tidak segan mempertanyakan berbagai batasan dan nilai yang dianggap tidak lagi sesuai dengan realitas yang mereka hadapi.
Di sisi lain, Tomy Bollin menghadirkan perspektif generasi tua yang sarat pengalaman serta nilai-nilai adat Minangkabau.
Baca Juga: BNI Buka Presale Tiket Andrea Bocelli, Diskon hingga 20 Persen
Melalui gaya rap yang lebih tenang, tetapi tetap memiliki pesan kuat, Tomy mengingatkan pentingnya etika, tutur kata, dan kebijaksanaan dalam menjalani kehidupan.
Nilai filosofi Minangkabau turut menjadi bagian dari pesan yang dibawa, termasuk pepatah “Alam takambang jadi guru” dan “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang.”
Pesan tersebut menjadi representasi pentingnya belajar dari lingkungan dan pengalaman sekaligus menjaga semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga: Banda Dareh Tumbuh dari Gotong Royong Warga
Bukan Sekadar Konflik, tetapi Proses Memahami
Si Leman mengungkapkan, perbedaan perspektif dalam Jadih DaTom tidak hanya ditampilkan sebagai pertentangan antara generasi muda dan generasi tua.
Konflik tersebut justru menjadi proses untuk saling menguji sekaligus memahami. Generasi muda hadir dengan pertanyaan dan keberanian untuk menantang batasan, sedangkan generasi tua menawarkan pengalaman, arah, serta kebijaksanaan yang diperoleh dari perjalanan hidup.
Pertemuan dua sudut pandang tersebut membuat Jadih DaTom memiliki dimensi sosial yang cukup kuat. Musik menjadi medium untuk memperlihatkan bahwa perbedaan pemikiran antargenerasi dapat menjadi ruang dialog apabila kedua pihak bersedia saling mendengarkan.
Baca Juga: Daftar 10 Nominasi First Team Putri DBL 2026 West Sumatra, Berebut Tiket DBL Camp
“Bagian reff “Ondeh DaTom, Jadih DaTom” menjadi salah satu simbol utama dalam lagu. Frasa tersebut menggambarkan bagaimana identitas seseorang dapat dipandang berbeda oleh generasi lain, bergantung pada nilai dan sudut pandang yang digunakan sebagai tolok ukur,” katanya.
Dari sisi musik, Jadih DaTom diperkuat aransemen Jaek Band dan Pucatpasi. Keduanya menghadirkan karakter musik yang enerjik dan agresif dengan sentuhan groovy.
Perpaduan tersebut memberikan warna tersendiri pada Hip-Hop Minang yang diusung. Energi musik yang kuat diharapkan membuat lagu tetap menarik bagi pendengar dari berbagai kelompok usia.
Baca Juga: FIFA Resmi Hukum Paredes 10 Laga, Argentina Didenda USD 321.000 usai Insiden Final Piala Dunia 2026
Kolaborasi lintas generasi tersebut juga menjadi salah satu kekuatan Jadih DaTom. Musik tidak hanya digunakan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan gagasan mengenai perbedaan nilai dan cara berpikir dalam kehidupan sehari-hari.
Visual Bernuansa Psychological Noir
Tidak berhenti pada musik, Jadih DaTom juga diperkuat melalui video musik yang mengedepankan pendekatan visual berbeda.
Produksi video musik dipercayakan kepada Sanshoot Production dengan melibatkan Yudha Wibisono sebagai sutradara.
Baca Juga: Tijjani Reijnders Jadi Kekuatan Baru Al Qadsiah, Siap Langsung Debut Kontra Al Ittihad
Konsep visual mengawinkan elemen psychological noir dengan sudut-sudut estetis Kota Budaya Bukittinggi. Pendekatan tersebut dirancang untuk membawa penonton menyelami sisi emosional yang lebih kelam sekaligus artistik.
Latar Kota Bukittinggi menjadi elemen visual yang memperkuat karakter karya, sekaligus memberikan identitas lokal pada video musik tersebut.
Melalui perpaduan Hip-Hop Minang, nilai adat, kritik sosial, serta visual bernuansa psychological noir, Jadih DaTom menawarkan lebih dari sekadar hiburan.
Baca Juga: Smart Farming Jadi Strategi Sumbar Stabilkan Produksi Cabai dan Kendalikan Inflasi
Lagu ini menjadi refleksi mengenai perbedaan cara berpikir, benturan nilai, dan dinamika hubungan antara generasi muda dengan generasi tua.
Music Video Jadih DaTom kini telah tersedia di YouTube dan dapat disaksikan oleh penikmat musik, khususnya pencinta Hip-Hop Minang dan karya musik yang mengangkat isu sosial serta budaya lokal. (adt)
Editor : Adetio Purtama