Makna Album TABEDO Rumble: Perjuangan Hidup dalam Balutan Emmahaven Hardcore

Adetio Purtama • Dipublikasikan Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:48 WIB
Unit hardcore asal Kota Padang, Sumbar, Rumble, resmi merilis album debut bertajuk TABEDO, baru-baru ini. (DOKUMENTASI RUMBLE)
Unit hardcore asal Kota Padang, Sumbar, Rumble, resmi merilis album debut bertajuk TABEDO, baru-baru ini. (DOKUMENTASI RUMBLE)

PADEK.JAWAPOS.COM—Unit hardcore asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rumble, resmi merilis album debut bertajuk TABEDO.

Album yang berisi delapan lagu dengan durasi total sekitar 13 menit ini menjadi babak baru perjalanan Rumble dalam membangun identitas musikal di skena musik underground.

Rumble menghadirkan TABEDO sebagai representasi perjalanan kreatif mereka dalam meramu berbagai referensi musik di bawah payung hardcore. Album ini memadukan pengaruh hardcore punk, beatdown hardcore, metallic hardcore, thrash metal, hingga death metal tanpa membatasi diri pada satu formula musik tertentu.

Baca Juga: Cuaca Sumbar Sabtu 10 Oktober 2026, Hujan Lebat Berpotensi Terjadi di 7 Wilayah

Terbentuk pada Januari 2024, Rumble beranggotakan Aji sebagai vokalis, Aii dan Ryan pada gitar, Arifa pada bass, serta Frans pada drum. Sejak awal, kelima personel sepakat menjadikan hardcore sebagai identitas utama, sekaligus ruang untuk mengeksplorasi beragam pengaruh musik yang mereka miliki.

Seiring perkembangan musikalnya, Rumble kemudian mengidentifikasi diri sebagai Emmahaven Hardcore. Sebutan ini tidak sekadar menjadi label genre, tetapi juga berkaitan dengan identitas kolektif sejumlah band underground yang tumbuh dari lingkungan pertemanan yang sama di Kota Padang.

Nama Emmahaven sendiri merupakan nama lama Pelabuhan Teluk Bayur, salah satu kawasan yang lekat dengan sejarah dan identitas Kota Padang.

Baca Juga: Porprov XVI Sumbar 2026: Atletik Kota Solok Raih 5 Emas, Bidik Juara Umum

Dalam konteks skena musik lokal, istilah Emmahaven digunakan oleh sejumlah band dengan karakter berbeda. Selain Rumble yang mengusung Emmahaven Hardcore, terdapat Bone Sight dengan identitas Emmahaven Hardcore, Wakas yang menyebut dirinya Emmahaven School Punk, serta Purge dengan sebutan Emmahaven Ghetto Violence.

Kepada Padang Ekspres, personel Rumble menceritakan, perjalanan dalam menggarap album debut TABEDO dimulai sejak akhir 2024. Pada periode tersebut, mereka mulai mengerjakan materi album di Swamp Noise Records, label milik Cruelhammer.

Proses itu kemudian ditandai dengan perilisan single The Hustler pada Juni 2025. Lagu tersebut menjadi pembuka sekaligus pengenalan awal terhadap materi yang akhirnya berkembang menjadi album debut mereka.

Baca Juga: Lima Nomor Esport Dipertandingkan di Porprov XVI Sumbar, Grand Final Digelar 13 Oktober

Pada awal terbentuknya, Rumble dipertemukan oleh kesamaan ketertarikan terhadap gaya musik New York Hardcore atau NYHC. Kesamaan referensi tersebut menjadi titik awal yang mempertemukan para personel dalam membangun karakter musik bersama.

Namun, perjalanan kreatif mereka tidak berhenti pada satu gaya tersebut. Seiring waktu, Rumble mulai memperluas eksplorasi dengan menggabungkan berbagai pengaruh musik dari masing-masing personel.

Pendekatan inilah yang menjadi salah satu landasan dalam pengerjaan TABEDO. Berbagai elemen musik yang berbeda dipertemukan melalui semangat hardcore, menghasilkan karakter yang tidak mudah dimasukkan ke dalam satu subgenre secara sempit.

Baca Juga: Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi Hadir di The People’s Cafe, Ada Diskon 25 Persen

Setelah lebih dari satu tahun sejak single The Hustler diperkenalkan, album debut ini akhirnya dirilis. Album TABEDO terdiri atas delapan lagu dengan durasi keseluruhan sekitar 13 menit. Dengan format tersebut, Rumble menawarkan materi yang lugas, singkat, dan mengedepankan energi tinggi.

Tidak banyak ruang untuk berlama-lama membangun suasana. Album ini dirancang untuk langsung menyampaikan karakter musiknya melalui komposisi yang padat dan agresif.

Track berjudul 0 ditempatkan sebagai lagu pembuka. Lagu tersebut menjadi representasi pendekatan musikal Rumble yang langsung menghentak sejak awal, tanpa banyak basa-basi.

Baca Juga: Rengga Wana Putra Pimpin ORADO Sijunjung, Dandim Cup 2026 Digelar

Karakter tersebut sejalan dengan cara Rumble membangun identitas musiknya: mengutamakan energi, ketegasan, dan kebebasan dalam memadukan berbagai referensi.

Meski berada dalam payung hardcore, setiap track di TABEDO menjadi ruang bagi band untuk mengeksplorasi unsur musik yang berbeda. Perpaduan tersebut bukan sekadar menggabungkan genre, melainkan bagian dari upaya menemukan karakter suara yang mencerminkan keseluruhan personel.

Seluruh materi album direkam di SwampNoise Studio milik Abuy. Studio tersebut dikenal melalui keterlibatannya dalam berbagai rilisan band underground di Padang selama sekitar lima tahun terakhir.

Baca Juga: Laga Sengit Mini Soccer, PKS dan PWI Sumbar Berbagi 20 Gol dengan Skor 10-10

Proses rekaman di studio tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan Rumble dalam menerjemahkan ide-ide musikal mereka ke dalam sebuah album utuh.

Di balik karakter musiknya yang keras dan agresif, TABEDO memiliki gagasan yang berangkat dari pengalaman kehidupan sehari-hari.

Judul album tersebut diambil dari kata dalam bahasa Minangkabau, yakni tabedo, yang menurut penjelasan band merujuk pada situasi kelelahan ketika seseorang berusaha keras menghadapi berbagai hambatan. Dalam bahasa Inggris, makna yang ingin mereka sampaikan berkaitan dengan istilah struggle atau perjuangan.

Baca Juga: Enam Temuan Porprov XVI Sumbar, PB Perketat Pengawasan Pertandingan

Bagi Rumble, kata tersebut menggambarkan pengalaman menghadapi kesulitan, tekanan, serta berbagai tantangan yang muncul dalam kehidupan.

Artwork dari Jepretan Vokalis Rumble

Konsep perjuangan dalam TABEDO juga diterjemahkan melalui artwork album yang menggunakan foto karya Aji, vokalis Rumble sendiri.

Foto tersebut diambil pada 2019 di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Subjek dalam foto itu adalah anak-anak setempat yang menjajakan hasil kebun mereka kepada para pelancong yang datang ke kawasan tersebut.

Baca Juga: Sambut Dukungan Pusat dan Provinsi, Wako Zulmaeta Siap Akselerasi UMKM Payakumbuh Naik Kelas

Bagi Rumble, aktivitas anak-anak tersebut menjadi representasi visual dari makna tabedo. Mereka melihat gambaran tentang usaha, kerja keras, dan perjuangan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Pemilihan foto tersebut bukan sekadar pertimbangan visual, melainkan bagian dari upaya menyampaikan gagasan utama album melalui medium yang berbeda.

Jika musik dan lirik menyuarakan perjuangan melalui bunyi serta kata-kata, artwork menjadi representasi visual yang memperkuat pesan tersebut.

Baca Juga: Empat Atlet Wushu Payakumbuh Lolos Final Porprov Sumbar 2026, Bidik Emas

Menariknya, foto itu diambil beberapa tahun sebelum album TABEDO digarap. Namun, pengalaman visual tersebut kemudian menemukan relevansinya ketika Rumble merumuskan konsep untuk album debut mereka.

Hal ini membuat artwork TABEDO memiliki hubungan langsung dengan gagasan yang ingin disampaikan melalui keseluruhan materi album.

Melalui album ini, Rumble tidak hanya memperkenalkan delapan track, tetapi juga menunjukkan pendekatan mereka dalam mengolah berbagai pengaruh musik menjadi identitas yang lebih personal.

Baca Juga: 740 Ribu UMKM Sumbar Didorong Naik Kelas, Mahyeldi Soroti Legalitas dan Modal

Keputusan untuk tidak membatasi diri pada satu subgenre hardcore memperlihatkan keinginan band tersebut untuk terus mengeksplorasi kemungkinan musikal. Hardcore menjadi fondasi yang menyatukan perbedaan referensi, bukan batas yang membatasi perkembangan mereka.

Di sisi lain, penggunaan identitas Emmahaven Hardcore menghubungkan perjalanan Rumble dengan lingkungan musik underground di Kota Padang. Identitas tersebut membawa unsur lokal yang berkaitan dengan sejarah kawasan Teluk Bayur dan hubungan antarkelompok musik yang tumbuh dari lingkaran pertemanan yang sama.

Sementara itu, tema perjuangan dalam TABEDO memperlihatkan bahwa musik keras yang mereka usung juga menjadi medium untuk mengungkapkan pengalaman personal.

Baca Juga: Dayung Putra Padang Raih Emas 1.000 Meter di Porprov Sumbar 2026

Dengan durasi sekitar 13 menit, delapan track, serta perpaduan berbagai pengaruh musik, album debut ini menjadi dokumentasi awal perjalanan Rumble dalam membangun karakter mereka sendiri.

Album TABEDO telah tersedia di sejumlah platform musik digital, termasuk Spotify, SoundCloud, Bandcamp, dan YouTube Music, sejak 27 September 2026.

Melalui perilisan ini, Rumble membawa semangat hardcore sekaligus cerita tentang perjuangan hidup dari Kota Padang ke ruang dengar yang lebih luas. (adt)

Editor : Adetio Purtama
Rumble album TABEDO band hardcore Padang makna album TABEDO Emmahaven Hardcore