Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

IGDX 2025 Digelar di Bali, Pemerintah Dorong Game Lokal Tembus Pasar Global

Rafiul Refdi • Kamis, 9 Oktober 2025 | 12:24 WIB

IGDX 2025 digelar di Bali, 9–11 Oktober. Pemerintah dorong pengembang game Indonesia perluas jejaring dan menembus pasar global melalui kolaborasi. (CBN)
IGDX 2025 digelar di Bali, 9–11 Oktober. Pemerintah dorong pengembang game Indonesia perluas jejaring dan menembus pasar global melalui kolaborasi. (CBN)
PADEK.JAWAPOS.COM—Industri game Indonesia kembali mendapat perhatian internasional lewat ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) 2025 yang akan berlangsung di The Stones Hotel, Legian, Bali, pada 9–11 Oktober 2025.

Acara ini menjadi wadah utama bagi pengembang game lokal untuk memperluas jejaring, menarik investor, dan menembus pasar global.

Menurut keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bersama Asosiasi Game Indonesia (AGI), IGDX 2025 akan menghadirkan konferensi, pameran, dan pelatihan yang dirancang memperkuat ekosistem industri game nasional.

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi menyebut IGDX bukan sekadar ajang pameran, tetapi gerakan kolaboratif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital berbasis kreatif.

“Pengembang lokal punya potensi besar, tetapi sering terkendala akses pembiayaan dan jaringan global,” kata Budi Arie dalam keterangan tertulis.

Tahun ini, IGDX mengusung tema “Empowering Global Creativity”, dengan program unggulan seperti Business Matching, Developer Conference, dan Bootcamp. Program tersebut fokus meningkatkan kemampuan teknis, bisnis, dan manajerial pelaku industri game.

AGI mencatat, tahun lalu IGDX menarik lebih dari 1.000 peserta dan 50 proyek game berhasil menarik minat penerbit internasional.

Tahun ini, partisipasi diperkirakan meningkat seiring meningkatnya minat investor terhadap ekonomi kreatif digital Indonesia.

Beberapa perusahaan teknologi besar dari Jepang, Korea Selatan, dan Amerika Serikat juga dijadwalkan hadir. Kehadiran mereka menjadi peluang emas bagi studio lokal untuk memamerkan karya langsung di hadapan investor global.

Direktur Eksekutif AGI Cipto Adiguno menegaskan bahwa dukungan lintas sektor menjadi kunci keberhasilan IGDX.

“Kolaborasi antara pemerintah, industri, dan akademisi bisa melahirkan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dengan berbagai program dan peluang kerja sama, IGDX 2025 diharapkan menjadi batu loncatan penting bagi pengembang game Indonesia untuk memperkuat posisi di kancah internasional dan membawa industri kreatif nasional ke level global.(CC5) 

Editor : Hendra Efison
#industri game nasional #pengembang game Indonesia #IGDX 2025 Bali