Film ini menampilkan Milla Jovovich sebagai penyihir Gray Alys dan Dave Bautista sebagai Boyce, seorang pemburu yang menjadi pemandu dalam perjalanan menuju wilayah berbahaya bernama Lost Lands.
Cerita berfokus pada pencarian artefak magis yang berkaitan dengan kekuatan shapeshifter di dunia pasca-apokaliptik yang dikuasai pemerintahan teokratis.
Menurut informasi yang dirangkum dari Wikipedia, naskah film ditulis Paul W. S. Anderson bersama Constantin Werner.
Latar film dibangun sebagai dunia pasca-peradaban dengan dominasi gereja dan kesatria religius.
Gray Alys menerima misi dari seorang ratu untuk memperoleh kemampuan berubah wujud menjadi werewolf dari Lost Lands, ditemani Boyce sebagai pengembara yang mengenali medan tersebut.
Dalam wawancara yang dikutip Polygon, Anderson dan Jovovich menyebut tantangan utama adaptasi ini adalah membangun dunia yang berdiri sendiri tanpa mengingatkan penonton pada Game of Thrones.
Mereka menambahkan elemen baru seperti faksi religius antagonis dan menggunakan teknologi virtual production berbasis Unreal Engine untuk menciptakan lanskap Lost Lands yang imersif.
Sinopsis Kompas TV menggambarkan perjalanan Alys sebagai misi berbahaya melintasi wilayah gelap penuh monster, penjahat, dan tekanan agama.
Misi ini dibatasi tenggat satu minggu sesuai siklus bulan purnama, sehingga Alys harus menghadapi risiko fisik dan konflik moral selama ekspedisi tersebut.
Dari sisi produksi, Wikipedia mencatat bahwa film ini menelan anggaran sekitar 55 juta dolar AS dengan syuting selama 46 hari di Alvernia Studios, Polandia.
Efek visual digarap Herne Hill Media, studio yang sebelumnya terlibat dalam waralaba Resident Evil.
Baca Juga: DPR RI Tetapkan Penyesuaian Mitra Kerja Komisi Akibat Perubahan Nomenklatur Kementerian
Namun, penerimaan kritikus terhadap film cenderung negatif. Screen Rant menilai premisnya menarik, tetapi eksekusi naratif kurang menggugah.
Collider menyebut CGI terlalu dominan sehingga emosi karakter sulit tersampaikan.
The Guardian menilai visual film megah, tetapi dialog, konflik spiritual, dan pengembangan karakter dinilai lemah serta tidak membangun ketegangan secara konsisten.
Respons audiens juga terbelah. Diskusi di Reddit menunjukkan sebagian penonton menyebut film ini menyerupai rilisan VOD era 2000-an dengan CGI yang tidak merata.
Dalam forum r/badMovies, beberapa pengguna menganggap film ini tetap menghibur sebagai “guilty pleasure”.
Namun, ada penonton yang memuji desain dunia Lost Lands dan atmosfer gelap yang dianggap kuat secara estetika.
Tema konflik moral menjadi pusat narasi, di mana Gray Alys harus menyeimbangkan loyalitas kepada ratu dan konsekuensi penggunaan kekuatan shapeshifter.
Hubungan Alys dan Boyce digambarkan rumit, dengan motif masing-masing yang memengaruhi dinamika perjalanan mereka.
Secara komersial, laporan Wikipedia menunjukkan pendapatan film belum mampu mengimbangi anggaran besar yang dikeluarkan.
Hal ini menandakan kesenjangan antara skala produksi dan daya tarik pasar.
Dengan visi kreatif yang ambisius, In the Lost Lands menghadirkan dunia fantasi gelap yang luas, tetapi eksekusi naratif dan karakter menjadi sorotan utama kritik.
Meski begitu, film ini tetap menawarkan pengalaman visual berbeda di genre fantasi dan berpotensi menarik minat penggemar dunia post-apocalyptic dan dark fantasy.(CC5)
Editor : Hendra Efison