Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lewat ”Sudahi Menghancurkan” dan ”Balada di Celah Kota” Stevunk Suarakan Perlawanan dan Solidaritas

Adetio Purtama • Sabtu, 24 Januari 2026 | 10:13 WIB

Band punk asal Kota Padang, Stevunk, baru saja merilis dua lagu mereka yakni Sudahi Menghancurkan dan Balada di Celah Kota.
Band punk asal Kota Padang, Stevunk, baru saja merilis dua lagu mereka yakni Sudahi Menghancurkan dan Balada di Celah Kota.
PADEK.JAWAPOS.COM—BAND punk asal Kota Padang, Stevunk, terus menguatkan eksistensinya di skena musik independen Sumatera Barat. Berdiri pada pertengahan 2025, Stevunk memperkenalkan diri melalui lagu perdana berjudul Batu Dari Neraka di akhir tahun lalu. Memasuki awal 2026, band ini kembali merilis dua karya terbaru sebagai bentuk komitmen mereka terhadap musik dan isu-isu yang mereka suarakan.

Dua lagu tersebut masing-masing berjudul Sudahi Menghancurkan dan Balada di Celah Kota. Keduanya merepresentasikan arah musikal Stevunk yang konsisten mengangkat persoalan kemanusiaan, lingkungan, serta realitas hidup anak muda di kota-kota kecil.

Lagu Sudahi Menghancurkan menjadi medium protes atas perusakan alam yang dinilai menjadi pemicu bencana ekologis di Sumatera pada akhir tahun lalu.

Lagu ini lahir dari kegelisahan kolektif Stevunk terhadap praktik perampasan lahan, penindasan, kriminalisasi, hingga pembungkaman terhadap pejuang lingkungan hidup.

Lirik lagu tersebut ditulis oleh penulis Boy Candra, setelah melalui diskusi intens dengan para personel Stevunk dan pengamatan terhadap berbagai kasus kekerasan yang menimpa pejuang lingkungan, termasuk di Sumatera Barat.

Melalui lagu ini, Stevunk menyatakan sikap untuk tidak menjadi generasi yang diam terhadap perusakan bumi atas nama pembangunan.

Bencana ekologis yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat disebut menjadi bukti nyata dampak kerusakan alam. Fenomena serupa juga terjadi di berbagai wilayah lain di Indonesia, seperti Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Secara musikal, Sudahi Menghancurkan dibalut dengan vokal liar Ryandy yang merepresentasikan amarah dan kejenuhan terhadap penindasan. Dentuman drum Faiz yang agresif serta permainan gitar dan vokal Andip memperkuat nuansa perlawanan dalam lagu tersebut. Proses mixing ditangani oleh Harbi, yang memberi sentuhan tajam pada karakter lagu.

Sementara itu, lagu kedua berjudul Balada di Celah Kota menghadirkan sisi lain Stevunk. Lagu ini berbicara tentang kemerdekaan berekspresi, kesetaraan, dan persahabatan di tengah kehidupan anak muda kota kecil yang kerap terpinggirkan.

Lagu ini ditulis dan dinyanyikan oleh Andip, dengan bantuan perapian lirik dari Boy Candra. Balada di Celah Kota mengajak pendengarnya untuk terus merayakan masa muda, menikmati perjuangan, serta menjaga solidaritas, termasuk mengenang kawan-kawan yang telah berpulang.

Permainan musik dalam lagu ini terasa lebih ringan namun tetap enerjik. Ryandy fokus pada permainan gitar yang lebih hidup, sementara Faiz menghadirkan ketukan drum yang dinamis. Lagu ini kembali dipoles oleh Harbi sebagai penata suara.

Stevunk beranggotakan Andip (gitar, vokal), Ryandy (gitar, vokal), dan Faiz (drum). Seluruh proses produksi lagu dilakukan di Kota Padang. Saat ini, Stevunk tengah menyelesaikan album penuh pertama mereka bertajuk Di Mana Kau Berakhir Hari Esok, yang dirilis secara bertahap.

Album tersebut akan berfokus pada isu kemanusiaan, politik, sosial, kota-kota kecil, serta relasi antar manusia. Seluruh lagu Stevunk yang telah dirilis kini sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform musik digital. (adt)

Editor : Adetio Purtama
#Stevunk #Perlawanan #musisi #solidaritas #padang #band punk