Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prince of Samoa Rilis “Asmodeus N Sarra”, Angkat Tema Nafsu dalam Proyek Deadly Sins

Adetio Purtama • Senin, 26 Januari 2026 | 18:53 WIB
Para personel band Nu Metal asal Sumbar, Prince of Samoa.
Para personel band Nu Metal asal Sumbar, Prince of Samoa.

PADEK.JAWAPOS.COM—Grup musik Prince of Samoa (SAMOA) kembali melanjutkan perjalanan konseptual album penuh mereka Deadly Sins melalui perilisan single keempat berjudul Asmodeus N Sarra.

Single terbaru ini mengangkat tema Lust atau nafsu, yang dimaknai tidak hanya sebagai hasrat fisik, tetapi juga bisikan halus yang perlahan merusak iman, arah hidup, serta kesadaran diri manusia.

Melalui karya ini, SAMOA menempatkan Lust sebagai salah satu dosa yang paling sunyi, namun berbahaya karena kerap hadir tanpa disadari.

Berbeda dari gambaran nafsu yang identik dengan sensasi dan euforia, SAMOA menghadirkan Lust sebagai bentuk godaan yang menyelinap perlahan.

Nafsu digambarkan hadir dalam rupa nikmat dunia, ilusi pelarian, hingga pembenaran atas kesalahan yang sering diterima sebagai hal wajar.

Setelah sebelumnya mengangkat tema kesombongan, amarah, dan kemalasan, lagu Asmodeus N Sarra disebut menjadi karya yang paling personal dalam rangkaian Deadly Sins.

Tema yang diangkat dinilai dekat dengan konflik batin generasi masa kini yang kerap berhadapan dengan godaan, tekanan, dan pencarian makna hidup.

Secara musikal, SAMOA tetap mempertahankan identitas mereka dengan riff gitar berat, vokal agresif penuh emosi, serta rap yang menyatu secara natural.

Atmosfer gelap-modern menjadi ciri utama yang terus dibangun dalam setiap rilisan mereka. Nuansa nu-metal dan metalcore terasa kuat, namun dibalut dengan pendekatan naratif yang reflektif dan emosional.

Perpaduan tersebut menjadikan lagu ini tidak hanya agresif secara musikal, tetapi juga memiliki kedalaman pesan. Asmodeus N Sarra digambarkan sebagai ruang pengakuan bagi manusia yang jatuh, lupa arah, dan kalah dalam pergulatan batin.

Namun, lagu ini juga menghadirkan pesan tentang pilihan untuk tetap melawan, meski tanpa sorak dan tanpa glorifikasi. SAMOA menolak menjadikan dosa sebagai sesuatu yang indah, melainkan menghadirkannya sebagai kenyataan pahit yang harus disadari dan dihadapi.

Pendekatan ini membuat Asmodeus N Sarra terasa lebih jujur dan dekat dengan pengalaman banyak pendengar. Dalam semesta Deadly Sins, setiap lagu menjadi potongan refleksi tentang sisi gelap manusia.

Asmodeus N Sarra menempati posisi penting sebagai representasi dari godaan yang paling sering tersembunyi di balik keseharian.

Melalui karya ini, SAMOA menegaskan konsistensi mereka dalam menggarap album konseptual dengan benang merah yang kuat.

Proyek Deadly Sins tidak hanya menjadi eksplorasi musikal, tetapi juga perjalanan spiritual dan psikologis tentang dosa dan pertarungan batin.

Perilisan single ini menambah daftar karya SAMOA yang dinilai berani dan berbeda di ranah musik metal modern Indonesia. Dengan pendekatan tematik yang kuat, SAMOA berhasil menghadirkan musik sebagai medium refleksi diri.

Asmodeus N Sarra kini telah tersedia dan dapat diakses di berbagai platform digital. Lagu ini menjadi bagian penting dari perjalanan Deadly Sins yang terus berkembang menuju album penuh.

Melalui rilisan ini, SAMOA kembali menegaskan identitas mereka sebagai band yang tidak hanya keras dalam bunyi, tetapi juga dalam pesan. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Deadly Sins #Prince of Samoa #Asmodeus N Sarra #nafsu