Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Voice of The Earth Sumatera, Climate Fest Vol 2 Ajak Generasi Muda Peduli Iklim

Adetio Purtama • Selasa, 7 April 2026 | 11:36 WIB
(INSTAGRAM LBH PADANG)
(INSTAGRAM LBH PADANG)

PADEK.JAWAPOS.COM--Festival lingkungan bertajuk Climate Fest Vol 2: Voice of The Earth Sumatera siap digelar pada 16–18 April 2026 di Taman Budaya Sumatera Barat. Kegiatan ini menjadi ruang kolaboratif lintas sektor yang menggabungkan edukasi, seni, budaya, dan gerakan sosial dalam merespons krisis iklim yang kian kompleks.

Berbagai rangkaian acara telah disiapkan untuk merangkul partisipasi publik secara luas. Mulai dari diskusi publik, workshop komunitas, pasar rakyat, konser musik, ruang literasi, hingga pameran foto, sensori, dan seni.

Selain itu, festival ini juga menghadirkan lomba rebana, bazar komunitas dan UMKM, sablon cukil, lomba menggambar anak-anak, lomba konten kreator, art therapy, hingga open mic sebagai ruang ekspresi kreatif masyarakat.

Baca Juga: Pemprov Sumbar Apresiasi Kinerja Dharmasraya, 5 Indikator Lampaui Rata-rata Provinsi

Penyelenggaraan Climate Fest Vol 2 dilatarbelakangi oleh semakin kompleksnya persoalan krisis iklim yang tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan politik. Di berbagai wilayah, termasuk Sumatera Barat, masyarakat kini semakin sering menghadapi bencana seperti banjir, longsor, kekeringan, hingga degradasi lahan yang mengancam keberlangsungan hidup.

Dampak tersebut dirasakan langsung oleh berbagai kelompok masyarakat. Petani menghadapi penurunan kesuburan tanah, nelayan kesulitan memprediksi musim akibat perubahan cuaca, sementara masyarakat adat dan komunitas pedesaan semakin terdesak oleh eksploitasi sumber daya alam dan penyempitan ruang hidup.

Tidak hanya itu, sejumlah proyek energi di berbagai daerah juga dinilai berpotensi memicu konflik lahan, kerusakan ekosistem, serta marginalisasi masyarakat lokal. Dalam kondisi ini, transisi energi dikhawatirkan hanya menjadi perubahan sumber energi tanpa menyentuh aspek keadilan sosial jika tidak dilakukan secara demokratis dan berkelanjutan.

Baca Juga: Longsor dan Banjir Dharmasraya, Akses Jalan dan Listrik Kini Sudah Pulih

Melalui Climate Fest Vol 2, berbagai elemen masyarakat seperti komunitas kreatif, akademisi, seniman, musisi, hingga aktivis lingkungan dipertemukan dalam satu ruang dialog dan aksi. Festival ini dirancang bukan sekadar hiburan, melainkan sebagai sarana edukasi publik yang menggabungkan diskusi, seni, musik, literasi, dan ekspresi kreatif untuk memperluas pemahaman tentang krisis iklim dan keadilan energi.

Kegiatan ini juga bertujuan memperkuat solidaritas antar komunitas yang memperjuangkan ruang hidupnya, sekaligus mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan lingkungan. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan mampu menjadi kekuatan kolektif dalam menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.

Penyelenggara menegaskan bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau korporasi semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. Melalui festival ini, pesan tersebut disampaikan dengan pendekatan yang lebih inklusif, kreatif, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumbar 7 April 2026: Berawan, Hujan Ringan Berpotensi di Sejumlah Wilayah

Climate Fest Vol 2 diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran bersama bahwa perjuangan melawan krisis iklim dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk melalui kebudayaan, kreativitas, dan gerakan kolektif masyarakat. (*)

Sumber: Instagram LBH Padang

 

Editor : Adetio Purtama
#Climate Fest Vol 2 #peduli iklim #Taman Budaya Sumbar #generasi muda #peduli lingkungan