MTsN 12 Tanahdatar Dibobol Maling, Laptop hingga Uang Tabungan Siswa Raib Rp64,6 Juta

Safrizal Putra • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 21:53 WIB

 

Kondisi ruangan MTsN 12 Tanahdatar yang berantakan usai kemalingan. (SS FB Salingka Tanah Datar)
Kondisi ruangan MTsN 12 Tanahdatar yang berantakan usai kemalingan. (SS FB Salingka Tanah Datar)

PADEK.JAWAPOS.COM— MTsN 12 Tanahdatar di Nagari Pitalah, Kecamatan Batipuh, dibobol kawanan pencuri. Sejumlah barang elektronik inventaris sekolah, laptop pribadi guru, uang infaq, hingga tabungan siswa raib dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp64.635.000.

Aksi pencurian itu pertama kali diketahui penjaga madrasah pada Selasa (29/9/2026) sekitar pukul 05.40 WIB. Saat hendak membuka pintu ruang majelis guru, penjaga mendapati pintu sudah terbuka dan kondisi laci serta loker guru berantakan.

Padahal, beberapa jam sebelumnya lingkungan madrasah masih dalam kondisi aman. Penjaga sekolah melakukan kontrol rutin pada Senin (28/9/2026) sekitar pukul 22.15 WIB dan tidak menemukan tanda-tanda mencurigakan.

Pencurian MTsN 12 Tanahdatar Dilaporkan ke Polisi

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada salah seorang guru, Zulfa Mariani, yang tiba di sekolah sekitar pukul 06.40 WIB. Pihak madrasah selanjutnya menghubungi Kepala MTsN 12 Tanahdatar, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanahdatar, serta Polsek Batipuh.

Personel Polsek Batipuh tiba di lokasi sekitar pukul 07.15 WIB. Polisi mengamankan lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sebelum para guru diperbolehkan merapikan barang-barang yang berserakan.

Berdasarkan pendataan resmi Kepala MTsN 12 Tanahdatar Yuniar, S.Ag., barang yang hilang terdiri dari dua laptop Acer, satu laptop HP, satu notebook, dan dua proyektor (In Focus).

Pelaku juga membawa satu kamera Canon 1300D beserta perlengkapannya, dua laptop pribadi guru, serta tiga flashdisk. Selain barang elektronik, sejumlah uang turut hilang dalam pembobolan tersebut.

Uang Infaq dan Tabungan Siswa Ikut Hilang

Uang yang raib meliputi sumbangan bencana Solok sebesar Rp560.000, dua kotak infaq berisi Rp600.000, serta uang tabungan siswa kelas VIII.G sebesar Rp100.000.

Kepala MTsN 12 Tanahdatar Yuniar mengatakan pencurian tersebut berdampak langsung terhadap operasional administrasi dan kegiatan belajar mengajar. Sebab, sejumlah perangkat yang hilang menyimpan data penting sekolah dan kegiatan siswa.

“Tentu musibah ini menjadi duka dan perhatian serius bagi kami di keluarga besar MTsN 12 Tanah Datar, terlebih karena laptop dan infokus yang hilang menyimpan data-data penting administrasi dan kegiatan belajar siswa kami,” ujar Yuniar kepada Padang Ekspres, Kamis (8/10).

Yuniar berharap kepolisian segera mengungkap kasus tersebut dan mengamankan kembali aset pendidikan yang hilang. Ia juga berharap data yang tersimpan di dalam perangkat elektronik tersebut dapat diselamatkan.

“Harapan saya selaku Kepala Madrasah, pertama, kami sangat berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti dan mengungkap kasus ini agar para pelaku bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kedua, kami berharap aset-aset pendidikan tersebut, terutama data di dalamnya, bisa diselamatkan,” tuturnya.

Pihak madrasah menyerahkan penanganan kasus kepada kepolisian. Yuniar juga mengajak masyarakat sekitar Pitalah membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku atau barang milik sekolah yang hilang.

“Terakhir, kami mengimbau masyarakat sekitar Pitalah dan di mana pun yang mengetahui untuk ikut membantu memberikan informasi jika mengetahui keberadaan pelaku atau barang yang hilang, serta bersama-sama kita tingkatkan kewaspadaan lingkungan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya. (*)

Editor : Hendra Efison
Pitalah pencurian MTsN 12 Tanahdatar madrasah dibobol pencurian sekolah Batipuh