Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ratusan Pencari Kerja di Padang Terjerat Modus Penipuan Lowongan Kerja Berkedok Mall Baru

Randi Zulfahli • Senin, 16 Juni 2025 | 10:21 WIB

Para pencari kerja yang tertipu lowker fiktif akhirnya membuat laporan ke Mapolsresta Padang pada Senin dini hari tadi.
Para pencari kerja yang tertipu lowker fiktif akhirnya membuat laporan ke Mapolsresta Padang pada Senin dini hari tadi.
PADEK.JAWAPOS.COM–Modus penipuan berkedok lowongan kerja kembali memakan korban di Kota Padang. Ratusan pencari kerja dilaporkan terperdaya iming-iming posisi strategis di sebuah pusat perbelanjaan baru.

Para korban mengaku diminta sejumlah uang dengan janji langsung bekerja, tanpa melalui proses seleksi yang transparan. Peristiwa ini terungkap Senin dini hari (16/6/2025) pukul 00.30 WIB, ketika massa korban memadati Mapolresta Padang untuk membuat laporan resmi.

Kepala Unit Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (Kanit SPKT) Polresta Padang, Ipda Wahyu, membenarkan adanya laporan terkait penipuan lowongan kerja tersebut.

"Modus operandi pelaku terbilang rapi dan meyakinkan. Para pencari kerja dijanjikan posisi menggiurkan sebagai karyawan di Mall ternama di Kota Padang yang disebut-sebut baru dibuka dan membutuhkan banyak tenaga," ujar Ipda Wahyu.

Namun, alih-alih proses rekrutmen yang lazim, para korban justru diminta untuk menyetor sejumlah uang dengan dalih biaya pelatihan, pembuatan kartu identitas (ID card), hingga seragam.

"Total kerugian yang dialami setiap korban diperkirakan bervariasi, mulai dari Rp300 ribu hingga Rp3 juta," ungkap Ipda Wahyu.

Dengan jumlah korban yang diperkirakan mencapai 800 orang, total kerugian akibat penipuan ini bisa menembus angka miliaran rupiah. Angka fantastis ini tentu sangat memukul para korban, terutama di tengah sulitnya mencari pekerjaan di masa sekarang.

Salah satu korban, Afdhal Kurniawan, warga Kota Padang, menuturkan bahwa dirinya tergiur janji pekerjaan sebagai satpam di mall tersebut.

"Saya dengar mall tersebut baru buka, dan kemungkinan membutuhkan karyawan. Karena ada tawaran posisi sebagai satpam, saya diminta membayar Rp650 ribu," ungkap Afdhal di Mapolresta Padang.

Afdhal menambahkan, di grup komunikasi yang diikutinya, terdapat sekitar 200 orang yang juga menjadi korban dengan nominal kerugian bervariasi, antara Rp2 juta hingga Rp4 juta.

Informasi pekerjaan itu, menurut Afdhal, didapat dari kenalan orang tuanya dan telah melibatkan empat kali pertemuan di lokasi berbeda sebelum akhirnya menyadari penipuan.

Senada dengan Afdhal, Selvie, korban lain asal Pesisir Selatan, tepatnya di Kambang, juga mengungkapkan pengalamannya. Ia memperoleh informasi rekrutmen dari seorang teman dan dijanjikan langsung diterima bekerja.

"Sistemnya dibayar, pakai orang dalam istilahnya, tapi harus bayar dengan posisi masing-masing yang mau diletakkan," jelas Selvie.

Posisi yang ditawarkan pun beragam, mulai dari SPG, admin, satpam, hingga bagian gudang, dengan biaya administrasi yang berbeda-beda.

"Saya melamar waktu itu bagian gudang, dengan biaya dipatok Rp800 ribu," lanjut Selvie.

Ia sempat mengikuti dua kali pertemuan yang dijanjikan sebagai momen pengambilan ID card dan seragam.

"Ujung-ujungnya tidak ada, hanya janji doang. Untuk korban teman-teman yang lainnya mungkin diperkirakan lebih dari 500 orang," imbuhnya, menggambarkan luasnya dampak penipuan ini.

Polresta Padang kini tengah mendalami laporan dari para korban dan berjanji akan menindak tegas para pelaku yang bertanggung jawab atas penipuan ini.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tawaran lowongan kerja yang meminta sejumlah uang di awal.

Modus semacam ini seringkali menjadi celah bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk meraup keuntungan pribadi dari keputusasaan para pencari kerja.(*)

Editor : Hendra Efison
#Lowongan Kerja Berkedok Mall Baru #Terjerat Modus Penipuan #Ratusan Pencari Kerja di Padang #Basko City Mall