Kehadirannya dalam kapasitas sebagai Ketua Biro Pembinaan Keluarga Pejabat Publik sekaligus anggota dewan, bersama ribuan kader dan tokoh politik nasional.
Nevi menyebut Munas VI menjadi momentum penting untuk mengokohkan arah perjuangan PKS sebagai partai dakwah yang bersih, profesional, peduli, serta melahirkan kader-kader negarawan.
“Kokoh bersama memajukan Indonesia berarti kita meneguhkan tekad membangun bangsa dengan kesungguhan, kebersamaan, dan pengorbanan. Sebagaimana pesan Ustaz Hilmi, partai ini milik umat dan bangsa, kekuatan kita ada pada kebersamaan itu,” ujar Nevi.
Ia menegaskan, PKS hadir bukan hanya sebagai partai politik, melainkan mitra bangsa dalam memajukan pembangunan Indonesia.
Dengan semangat pengabdian, PKS siap melahirkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat serta menjadi kekuatan strategis memperjuangkan kesejahteraan.
Anggota Komisi VI DPR RI ini juga menyampaikan bahwa Munas VI PKS bukan sekadar forum konsolidasi internal, melainkan ruang merumuskan gagasan besar menghadapi tantangan bangsa ke depan.
“Kami ingin menghadirkan PKS yang kokoh kuat, mampu menjawab persoalan umat, dan memberi kontribusi nyata untuk pembangunan Indonesia,” lanjut Nevi.
Munas VI PKS turut dihadiri sejumlah tokoh politik lintas partai. Puncak penutupan pada Senin malam dihadiri langsung Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan sambutan serta menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen bangsa dalam memajukan Indonesia.
Menurut Nevi, kehadiran Presiden dan para tokoh bangsa lainnya menjadi bukti bahwa PKS tetap dipercaya sebagai kekuatan politik yang konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat.
“Insya Allah, melalui Munas VI ini, PKS semakin solid dan siap melanjutkan peran pentingnya dalam memperjuangkan kepentingan bangsa. Kami kokoh bersama rakyat untuk Indonesia yang lebih baik,” tutup Nevi Zuairina.(*)
Editor : Heri Sugiarto