Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rawan Gaduh, Tolak Kedatangan Atlet Israel: NU dan Muhammadiyah juga Bersikap Sama

Novitri Selvia • Jumat, 10 Oktober 2025 | 11:17 WIB

SOLIDARITAS: Sejumlah perempuan menggelar aksi damai bertajuk One Million Women For Gaza di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Minggu (6/7).
SOLIDARITAS: Sejumlah perempuan menggelar aksi damai bertajuk One Million Women For Gaza di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Minggu (6/7).

PADEK.JAWAPOS.COM-Rencana keikutsertaan atlet gimnastik Israel dalam Kejuaraan Senam Artistik Dunia di Jakarta pada 19-25 Oktober mendapat penolakan dari berbagai pihak.

Mulai dari Gubernur Jakarta Pramono Anung, PDI Perjuangan, hingga berbagai ormas.

Suara lantang disampaikan Gubernur DKI Pramono Anung. Dia menegaskan penolakannya pada kedatangan atlet Israel yang akan berlomba di Indonesia Arena, Jakarta Pusat tersebut.

“Tentunya, sebagai gubernur Jakarta dalam kondisi seperti ini pasti saya tidak mengizinkan,” tegas Pramono di Balai Kota, Jakarta Pusat, kemarin (9/10).

Politikus PDI Perjuangan itu juga menyebutkan, banyak pihak yang terkait dengan ajang lomba internasional itu juga menolak kedatangan atlet Israel

“Saya juga berharap, pemerintah dalam hal ini, ataupun organisasi yang ingin mengundang harus berpikir seribu kali,” tegasnya.

Pramono juga mengusulkan agar visa atlet Israel tersebut tidak dikeluarkan. Dengan begitu, mereka tidak akan bisa masuk ke Indonesia, terutama Jakarta.

“Karena nggak ada manfaatnya dalam kondisi seperti ini. Apalagi atlet gimnastik itu bertanding di Jakarta. Dan pasti akan menyulut, membangkitkan kemarahan publik dalam kondisi seperti ini,” tambahnya.

Dia juga menyampaikan, penolakan serta kemarahan publik itu bukan tanpa alasan. Alasan utamanya jelas. Yakni, rasa solidaritas terhadap Palestina yang terus menerus digempur militer Israel.

“Apapun yang terjadi di Gaza, memorinya itu masih melekat di kita semua. Apalagi pidato Bapak Presiden Prabowo Subianto di PBB sudah jelas. Jadi tidak perlu diterjemahkan lagi,” pungkasnya.
NU-Muhammadiyah Juga Menolak

Penolakan juga disampaikan dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Ahmad Fahrur Rozi menegaskan, jika izin bagi atlet Israel dikeluarkan, berpotensi menimbulkan polemik dan kegaduhan.

Hal itu juga mencederai amanat konstitusi yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi.

“Tidak ada hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel, tidak ada manfaatnya, dan tidak alasan untuk menerima mereka datang bertanding ke Indonesia,” katanya (9/10).

Gus Fahrur mengatakan, sejarah telah mencatat konsistensi bangsa Indonesia menolak bertanding melawan Israel.

Di tempat terpisah, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan, masalah akan muncul jika pemerintah memberi izin kepada atlet Israel datang ke Indonesia.

“Bagaimana kita bisa menerima kehadiran atlet yang merupakan utusan resmi Israel, yang kita tidak punya hubungan diplomatik dengannya,” katanya.

Anwar menegaskan, Indonesia adalah negara yang dikenal antipenjajahan. Sedangkan Israel merupakan negara yang dikenal oleh dunia sebagai negara penjajah.

Selain itu, Israel sangat tidak menghargai serta tidak menghormati manusia dan nilai-nilai kemanusiaan.

“Coba saja bayangkan, operasi militer Israel di Gaza yang berlangsung dua tahun terakhir telah menewaskan sedikitnya 66.000 orang,” jelasnya. Belum lagi jumlah yang sakit dan luka-luka, tentu jauh lebih besar dari itu.

Lebih jauh lagi, dampak dari serangan Israel ke Gaza menyebabkan 90 persen lebih rumah hancur dan rusak. Akibatnya, sekitar 1,9 juta jiwa dari 2,1 juta penduduk Gaza kehilangan tempat tinggal.

“Tidak ada gunanya kita bermanis-manis dan membangun hubungan olahraga dengan negara yang tega melakukan ethnic cleansing dan genosida tersebut,” tegasnya.

Keluarkan Official Statement Hari Ini

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menuturkan, pihaknya sudah mengelar meeting bersama Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) terkait penolakan kedatangan pesenam dan tim senam Israel ke tanah air.

“Mereka (FGI, red) masih menunggu juga dari FIG (Federation Internationale de Gymnastique, induk olahraga senam dunia),” katanya ketika dikonfirmasi Jawa Pos (grup Padang Ekspres).

Karena itu, pria yang akrab disapa Okto itu belum mau berkomentar banyak terkait hal ini. “Tapi so far berita yang berkembang belum ada yang terkonfirmasi tuh. Jadi nanti offisial statement-nya hari Jumat,” ucapnya.

Ajang yang masuk edisi ke-53 itu menjadi yang pertama diselenggarakan di Indonesia. Kejuaraan ini penting karena senam merupakan bagian dari mother of sport.

Sayangnya, secara prestasi, senam di Indonesia belum begitu optimal. Indonesia bahkan baru sekali meloloskan pesenamnya, Rifda Irfanaluthfi, di Olimpiade.

Tepatnya pada edisi Paris 2024. Oleh sebab itu, event ini penting bagi pesenam Indonesia untuk melihat dan bertanding secara langsung dengan pesenam dunia.

Tiru Bung Karno, PDIP Juga Tolak Atlet Israel

PDI Perjuangan juga menolak kedatangan tim senam Israel. Penolakan itu juga pernah ditegaskan terhadap Timnas U20 Israel pada 2023 lalu.

Juru Bicara PDIP Guntur Romli menjelaskan, keputusan itu merupakan pilihan konstitusional yang menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh memiliki kerja sama dengan penjajah.

Sikap itu juga selaras dengan sikap tegas Presiden Soekarno di masa lalu.  Ia mencontohkan Piala Dunia 1958 dan Asian Games ke-4 di Jakarta pada 1962.

“Bung Karno (waktu itu, red) memerintahkan Timnas Indonesia untuk menolak bertanding melawan Israel demi mendukung Palestina yang saat itu sedang menghadapi pendudukan,” tuturnya.

Baca Juga: Kelulusan Perdana Ponpes Al-Mughny, Yota Balad Dorong Gerakan Satu Rumah Satu Hafiz

Guntur menegaskan, sikap Bung Karno itu menjadi warisan yang masih dipegang teguh oleh Indonesia. Terlebih, saat ini terjadi genosida di Gaza Palestina. “Itu bukti kebiadaban tentara Israel,” pungkasnya. (rya/wan/raf/oni/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#tolak israel #Senam Artistik Dunia #pramono anung