PADEK.JAWAPOS.COM-DARI Mesir, Hamas dan Israel akhirnya menyetujui tahap awal rencana perdamaian yang disebut sebagai langkah paling nyata menuju berakhirnya konflik di Jalur Gaza.
Inti kesepakatan itu, seperti disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, semua sandera yang ditahan Hamas bakal dibebaskan. Sedangkan Israel harus menarik pasukannya ke garis yang disepakati.
“Ini hari besar bagi dunia Arab dan Muslim, bagi Israel, dan bagi seluruh dunia,” tulis Trump dalam akun Truth Social-nya pada Rabu (8/10), seperti dikutip dari AFP pada Kamis (9/10).
Trump juga menyampaikan apresiasi kepada Qatar, Mesir, dan Turki yang berperan besar sebagai mediator dalam proses negosiasi panjang antara kedua pihak.
“Kami berterima kasih kepada para mediator atas kerja sama mereka dalam mewujudkan peristiwa bersejarah dan belum pernah terjadi sebelumnya ini. Terberkahilah para pembawa perdamaian!” tulis Trump.
Hamas mengonfirmasi kesepakatan itu. Ada juga kesepakatan pertukaran sandera dengan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.
Mengutip The Guardian, pembebasan sandera diperkirakan berlangsung paling cepat akhir pekan ini. Diperkirakan masih ada 20 sandera hidup di Gaza.
Sementara itu, sekitar 1.700 tahanan Palestina juga akan dibebaskan dari penjara-penjara Israel dalam waktu 72 jam setelah kesepakatan ditandatangani kemarin siang waktu Tel Aviv.
Penghancurleburan Gaza sejak serangan Hamas ke wilayah Israel telah menyebabkan sekitar 67 ribu orang tewas. Di Tel Aviv, keluarga para sandera dan pendukung mereka tumpah ruah di jalan begitu mendengar kesepakatan tersebut.
Mereka meneriakkan “Hadiah Nobel untuk Trump!” sambil membuka botol sampanye dan saling berpelukan dalam tangis bahagia. “Ini adalah hari yang sudah lama kami tunggu,” ujar salah seorang warga Tel Aviv.
Sementara itu, di Gaza, suasana haru juga terasa. Banyak warga mengekspresikan kelegaan dan rasa syukur. “Alhamdulillah atas gencatan senjata, berakhirnya pertumpahan darah dan pembunuhan,” kata warga Gaza Selatan Abdul Majeed Abd Rabbo.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kesepakatan tersebut sebagai kemenangan diplomatik, nasional dan moral bagi Israel. “Israel tidak akan berhenti berjuang hingga semua sandera kembali dan semua tujuan nasional tercapai,” ucapnya.
Netanyahu juga dilaporkan telah berbicara langsung dengan Trump melalui telepon untuk saling memberi selamat, bahkan mengundangnya untuk berpidato di parlemen Israel sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan diplomatik itu.
Dari markas besar PBB di New York, Sekretaris Jenderal António Guterres menyambut baik kesepakatan tersebut. “Semua pihak harus mematuhi sepenuhnya setiap ketentuan yang telah disepakati,” katanya.
Dia menegaskan bahwa dunia akan mendukung langkah-langkah lanjutan guna memastikan transisi damai di Gaza dapat berjalan dengan stabil. Adapun Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menyebut kesepakatan itu sebagai momen bersejarah.
“Ini membuka pintu harapan bagi warga di kawasan tersebut akan datangnya masa depan yang berlandaskan keadilan dan stabilitas,” katanya, seperti dikutip dari AFP.
Presiden Palestina Mahmud Abbas juga berharap kesepakatan tersebut menjadi awal dari solusi politik permanen. “Yang nantinya bisa mengarah pada terwujudnya negara Palestina merdeka,” katanya. (lyn/ttg/jpg)
Editor : Novitri Selvia