Muhammad Rafly Alifa Taqwa, siswa kelas 12 SMAN 10 Samarinda yang kini bertransformasi menjadi Sekolah Garuda, mengaku program ini memberi harapan baru. Rafly berasal dari keluarga sederhana; ayahnya kehilangan pekerjaan saat perusahaan tempatnya bekerja bangkrut pada 2017.
Meski menghadapi keterbatasan ekonomi, Rafly tetap giat belajar dan meraih prestasi di berbagai kejuaraan sejak SMP. Setelah diterima di SMAN 10 Samarinda, dia bekerja paruh waktu sebagai tutor privat untuk anak SD di lingkungan rumah guna meringankan beban keluarga.
Pada 2024, ayah Rafly didiagnosis kanker usus dan meninggal dunia pada 2025, yang sempat membuatnya kehilangan harapan. Namun, dukungan keluarga dan kesempatan dari Sekolah Garuda membangkitkan kembali motivasinya.
“Melalui Sekolah Garuda dan informasi beasiswa yang saya dapat, kini ada peluang untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri,” kata Rafly.
Sekolah Garuda berfokus pada pengembangan talenta di bidang sains dan teknologi melalui pendekatan STEM (science, technology, engineering, and mathematics). Tujuannya adalah menyiapkan generasi muda Indonesia agar siap bersaing secara global dan berkuliah di universitas terbaik di dalam maupun luar negeri.
Program ini merupakan salah satu inisiatif Presiden RI Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia.(*)
Editor : Heri Sugiarto