PADEK.JAWAPOS.COM-Standar ganda secara terang-benderang diperlihatkan Komite Olimpiade Internasional (IOC).
Dengan sigap menjatuhkan sanksi kepada Rusia dan Belarus buntut agresi ke Ukraina, giliran Israel membabi buta melakukan genosida di Jalur Gaza, bukannya dihukum, malah negara lain seperti Indonesia yang terkena getahnya.
Indonesia tak menerbitkan visa untuk enam pesenam Israel yang akan tampil di Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta yang berlangsung pada 19–25 Oktober. Otomatis para perwakilan Negeri Zionis itu tak bisa tampil.
Federasi Senam Internasional (FIG) tidak melarang sikap Indonesia itu. Upaya Israel mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) juga gagal. Namun, IOC justru masih mempersoalkan putusan tersebut.
“Menyusul pembatalan visa atlet Israel oleh pemerintah Indonesia untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik FIG ke-53 di Jakarta, Dewan Eksekutif IOC bertemu secara daring pekan ini dan membahas situasi khusus ini serta isu global yang berulang terkait akses atlet ke kompetisi internasional.” Demikian penggalan pernyataan sikap Dewan Eksekutif IOC kemarin (23/10).
Untuk itu, Dewan Eksekutif IOC mengambil keputusan untuk mengakhiri seluruh komunikasi dengan Komite Olimpiade (NOC) Indonesia atau KOI terkait peluang Indonesia menjadi tuan rumah ajang multicabang seperti Olimpiade.
Indonesia sebelumnya berencana mengajukan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.
“Mengakhiri segala bentuk dialog dengan Komite Olimpiade Indonesia terkait penyelenggaraan Olimpiade, Olimpiade Remaja, atau konferensi di masa mendatang hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan yang memadai akan mengizinkan akses ke Indonesia bagi semua peserta, tanpa memandang kewarganegaraan.” Demikian penggalan keputusan Dewan Eksekutif IOC.
Sikap IOC itu bertolak belakang dengan sikap mereka terhadap Rusia dan Belarus. Kedua negara tersebut gagal tampil di Olimpiade 2024 di Paris, Perancis.
Delegasi kedua negara harus tampil sebagai entitas netral. Rusia dan Belarus juga tidak akan bisa mengibarkan bendera di Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan dan Cortina d’Ampezzo, Italia.
Standar ganda juga diperlihatkan FIFA, induk organisasi sepak bola dunia. Hanya dalam hitungan hari setelah Ukraina diserang, Rusia langsung dihukum larangan tampil dan sampai sekarang belum dicabut.
Sementara itu, Menpora Erick Thohir menegaskan bahwa pemerintah Indonesia memiliki alasan dan dasar yang kuat dalam mengambil langkah menghindari kedatangan delegasi Israel pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik di Jakarta.
“Kami di Kemenpora sebagai wakil Pemerintah Indonesia berpegang pada prinsip untuk menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kepentingan publik dalam setiap penyelenggaraan event internasional,” bebernya.
Erick melanjutkan, langkah tersebut dilandasi oleh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, di mana Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.
“Prinsip ini juga berdasarkan UUD 1945 yang menghormati keamanan dan ketertiban umum, serta kewajiban Pemerintah Indonesia untuk melaksanakan ketertiban dunia,” sebut Erick.
Akibat putusan itu, Federasi Gimnastik Israel (IGF) mengajukan dua banding ke CAS dengan permohonan tindakan sementara yang mendesak atas keputusan pemerintah Indonesia yang tidak memberikan visa bagi atlet Israel.
Pertama, dilampirkan pada 10 Oktober 2025, yang meminta FIG membatalkan pernyataannya “taking note” atas keputusan Indonesia tidak memberikan visa.
Banding kedua, tercatat diajukan pada 13 Oktober 2025, dilakukan bersama enam atlet Israel yang telah lolos ke kejuaraan: Artem Dolgophyat, Eyal Indig, Ron Payatov, Lihie Raz, Yali Shoshani, dan Roni Shamay. Kedua permohonan itu ditolak CAS.
“Permohonan tindakan sementara yang mendesak telah dipertimbangkan oleh Wakil Presiden Divisi Arbitrase Banding CAS, dan kedua permohonan (Israel) tersebut telah ditolak,” kata CAS melalui laman resminya pada Selasa (14/10). (raf/ttg/jpg)
Editor : Novitri Selvia