Pernyataan ini disampaikan usai peresmian Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta pada pekan lalu.
“Kereta api kita akan kita perbesar di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Dengan kereta api, biaya logistik akan turun, ekonomi lebih kompetitif, dan kesejahteraan rakyat meningkat,” ujar Prabowo, yang hadir langsung dalam peresmian stasiun tersebut.
Strategi Menurunkan Biaya Logistik dan Pemerataan Ekonomi
Prabowo menekankan bahwa pembangunan jaringan kereta api berskala nasional memiliki peran strategis dalam menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing ekonomi, dan memperluas pemerataan kesejahteraan.
“Kereta api menjadi salah satu faktor yang membantu rakyat menengah dan bawah. Orang kaya bisa naik pesawat atau mobil, tapi rakyat banyak akan merasakan manfaat kereta api,” tambahnya.
Penambahan Rangkaian Kereta di Jabodetabek
Selain proyek lintas pulau, Prabowo juga menyetujui penambahan 30 rangkaian kereta baru di wilayah Jabodetabek untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan transportasi perkotaan.
Proyek ini didukung penuh oleh pemerintah melalui investasi Rp5 triliun yang diajukan PT Kereta Api Indonesia (KAI).
“Diajukan Rp4,8 T, saya setujui menjadi Rp5 T. Untuk rakyat banyak, kita tidak ragu. Uang ini dihemat demi kepentingan rakyat di atas segala kepentingan,” tegas Prabowo.
Proyek tambahan rangkaian kereta ini ditargetkan selesai maksimal satu tahun. Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga optimisme nasional terhadap kemampuan anak bangsa.
“Kereta api kita tidak kalah dengan kereta api manapun. Anak bangsa yang berbuat baik dan hebat harus dihargai. Rendah hati boleh, tapi jangan rendah diri,” pungkasnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto