Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Nevi Zuairina Desak PLN Efisiensi dan Percepat Transisi Energi

Heri Sugiarto • Sabtu, 22 November 2025 | 10:15 WIB

Anggota DPR RI, Nevi Zuairina.(Foto: Dok. Tim NZ)
Anggota DPR RI, Nevi Zuairina.(Foto: Dok. Tim NZ)
PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Nevi Zuairina, menekankan kinerja PT PLN (Persero) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas Evaluasi Kinerja Semester I 2025, Aksi Korporasi 2026, dan Roadmap Ketahanan Energi Nasional.

Nevi menekankan pentingnya efisiensi operasional dan pemerataan layanan listrik di seluruh wilayah Indonesia.

Politisi PKS ini memberikan apresiasi atas capaian PLN, yang mencatat penjualan listrik 155,62 TWh atau naik 4,36% secara tahunan (YoY), serta laba usaha Rp 30,56 triliun pada Semester I 2025.

“Pertumbuhan ini harus dijaga agar berkelanjutan, di tengah tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik,” kata Nevi, saat menyampaikan pandangannya di DPR RI.

Surplus Kapasitas dan Strategi Mitigasi

Nevi menyoroti tingginya surplus kapasitas listrik di Jawa–Bali yang mencapai sekitar 40%, yang dinilai menekan efisiensi dispatch dan meningkatkan pembayaran kapasitas ke Independent Power Producer (IPP).

“Oversupply yang terlalu tinggi hanya membebani keuangan PLN. Diperlukan strategi mitigasi, renegosiasi kontrak, dan peningkatan akurasi perencanaan permintaan,” tegasnya.

Pemerataan Layanan dan Kualitas Listrik

Legislator asal Sumbar II ini juga menggarisbawahi ketimpangan kualitas layanan listrik, khususnya terkait indikator SAIDI dan SAIFI di wilayah timur Indonesia. Meski angka nasional menunjukkan perbaikan, pemerataan layanan belum tercapai.

“PLN harus memastikan keandalan listrik dirasakan adil oleh seluruh masyarakat. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal,” ujar Nevi.

Nevi menambahkan, inovasi layanan PLN masih perlu ditingkatkan agar selaras dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

“Kami ingin melihat lompatan inovasi yang benar-benar meningkatkan kenyamanan pelanggan, bukan sekadar perbaikan kecil,” katanya.

Percepatan Transisi Energi dan RUPTL 2025–2034

Menyinggung aksi korporasi 2026, Nevi meminta kejelasan progres pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), pengembangan ekosistem kendaraan listrik, serta percepatan penambahan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Sesuai RUPTL 2025–2034, PLN menargetkan 76% penambahan kapasitas berasal dari EBT.

“Transisi energi bukan sekadar jargon. Ini harus berjalan dengan roadmap yang jelas, pendanaan yang kuat, dan keberpihakan pada kepentingan rakyat,” pungkas Nevi Zuairina.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#transisi energi #efisiensi energi #RUPTL 2025 2034 #nevi zuairina #pln