Menanggapi kondisi darurat ini, PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang (KC) Bandara Internasional Minangkabau (BIM) bergerak cepat dengan mendirikan Posko Bencana sejak 28 November 2025.
Posko yang berlokasi di depan gerbang utama BIM berfungsi sebagai pusat pendataan serta pengumpulan bantuan dari masyarakat, instansi, dan relawan.
Setiap laporan dari lapangan dicatat secara rinci untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran bagi warga terdampak.
Medan di lapangan cukup menantang, dengan banyak akses jalan terputus dan beberapa titik hanya bisa ditembus dengan berjalan kaki, sementara cuaca berubah cepat tanpa prediksi.
Meski demikian, Tim Gurila InJourney Airports bergerak dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pekanbaru dan Cengkareng, untuk menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.
Tim mendistribusikan sembako, selimut, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan darurat lainnya. Kehadiran tim juga memberikan dukungan moral bagi warga.
“Tim Gurila InJourney kami dan relawan tidak sekadar membagikan logistik. Mereka menyempatkan diri berbincang, mendengar keluh kesah, sekaligus memberi semangat agar warga tetap kuat menghadapi situasi sulit ini,” ujar GM PT Angkasa Pura Indonesia BIM, Dony Subardono, didampingi CSR BIM, Fenny, Jumat (12/12/2025).
Penyaluran bantuan dilakukan berkali-kali, dengan setiap data dari posko langsung ditindaklanjuti. Prinsip yang diterapkan sederhana, yakni semua warga terdampak berhak mendapatkan perhatian yang sama.
PT Angkasa Pura Indonesia KC BIM berharap upaya ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir dan longsor.
“Lebih dari itu, setiap langkah yang diambil menjadi pengingat bahwa kepedulian dan gotong royong masih hidup di tengah kita, hadir tanpa diminta, terutama ketika bencana datang tanpa memberi jeda untuk bersiap," katanya.
Hingga saat ini, Posko Bencana Banjir dan Longsor Bandara Internasional Minangkabau tetap aktif memonitor perkembangan situasi, memastikan bantuan terus mengalir ke wilayah-wilayah terdampak di Sumatera Barat.(*)
Editor : Heri Sugiarto