Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Danamon sekaligus kontribusi kepada masyarakat terdampak.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui Dompet Dhuafa Social Enterprise (DDSE), lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan dan keberlanjutan melalui kemitraan korporasi.
Bantuan diharapkan dapat meringankan beban korban serta mendukung proses pemulihan pascabencana.
Regional Corporate Officer Danamon wilayah Sumatra 1, Riana Suagiat, menyampaikan bahwa kontribusi sosial menjadi bagian dari komitmen perusahaan di tengah kondisi darurat.
Melalui kolaborasi dengan DDSE, Danamon berupaya memberikan dukungan kepada para penyintas agar dapat melewati masa sulit pascabencana.
Bantuan yang disalurkan berupa perlengkapan kebersihan dan peralatan sekolah. Perlengkapan kebersihan dinilai penting mengingat terganggunya kondisi sanitasi akibat bencana, yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan.
Sementara peralatan sekolah ditujukan untuk mendukung keberlanjutan pendidikan anak-anak terdampak.
Distribusi bantuan dilakukan secara bertahap di tiga wilayah terdampak utama. Di Provinsi Sumatra Barat, penyaluran bantuan dilakukan di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, pada 9 Desember 2025.
Di Provinsi Aceh, bantuan disalurkan ke empat kantor gampong atau desa di Kecamatan Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, pada 8 Desember 2025.
Di Provinsi Sumatra Utara, bantuan diberikan kepada warga Dusun Satu Desa Paya Bengkuang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, pada 7 Desember 2025.
Danamon menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi melalui berbagai program tanggap bencana dan sosial di wilayah Sumatra.
Kolaborasi dengan DDSE disebut menjadi salah satu upaya untuk memastikan bantuan dapat menjangkau langsung para penyintas secara tepat sasaran.
Ke depan, Danamon akan memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak dan berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan penyaluran bantuan berjalan optimal.
Program tanggung jawab sosial perusahaan juga akan terus diperkuat dengan fokus pada pemberdayaan masyarakat dan mitigasi risiko bencana.(*)
Editor : Hendra Efison