Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BSI Salurkan Bantuan 78,7 Ton Senilai Rp12 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Heri Sugiarto • Sabtu, 13 Desember 2025 | 19:35 WIB

Relawan BSI Maslahat menyiapkan ribuan paket makanan di dapur umum Langsa, Aceh, untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi, Selasa (6/12/2025).(Foto: IST)
Relawan BSI Maslahat menyiapkan ribuan paket makanan di dapur umum Langsa, Aceh, untuk warga terdampak bencana hidrometeorologi, Selasa (6/12/2025).(Foto: IST)
PADEK.JAWAPOS.COM-PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama BSI Maslahat menyalurkan bantuan kemanusiaan total 78,7 ton senilai Rp12 miliar bagi korban bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Sebagian besar bantuan tersebut dialokasikan ke Provinsi Aceh yang terdampak cukup parah.

Corporate Secretary BSI, Wisnu Sunandar, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan telah dilakukan sejak awal terjadinya bencana yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan yang disalurkan meliputi makanan siap saji, obat-obatan, perlengkapan kebersihan, pakaian, serta peralatan pendukung seperti perahu karet dan alat komunikasi darurat.

Selain bantuan logistik, BSI melalui BSI Maslahat juga menurunkan relawan untuk membantu distribusi bantuan serta melakukan pendampingan kepada para penyintas bencana di lokasi terdampak.

“Kami berupaya memastikan bantuan dapat segera diterima masyarakat yang membutuhkan,” ujar Wisnu dalam keterangan tertulis.

Menurut Wisnu, BSI turut memberikan dukungan teknologi berupa perangkat Starlink dan telepon satelit untuk membantu pemerintah daerah setempat dalam memperlancar koordinasi dan penanganan bencana di lapangan, khususnya di wilayah dengan keterbatasan jaringan komunikasi.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, BSI dan BSI Maslahat bersama warga setempat mendirikan dapur umum di Langsa dan Bireuen, serta posko kesehatan di Kuala Simpang. Dapur umum tersebut mulai beroperasi sejak 6 Desember 2025.

Lokasi dapur umum dipusatkan di kawasan Langsa karena dinilai relatif siap dari sisi ketersediaan air bersih dan sarana pendukung lainnya.

Setiap harinya, sekitar dua ribu paket makanan disiapkan dan disalurkan ke wilayah Tamiang, Langsa, dan Kuala Simpang untuk membantu pemulihan aktivitas masyarakat terdampak.

Di sisi lain, BSI juga berupaya menjaga aksesibilitas layanan perbankan bagi nasabah di wilayah terdampak bencana. Dari 23 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, sebanyak 13 wilayah terdampak, dan sejak 8 Desember 2025 BSI mulai mengaktifkan kembali layanan operasional di daerah tersebut.

Hingga 11 Desember 2025, dari total 145 kantor BSI di Region Aceh, sebanyak 136 kantor telah kembali beroperasi. Sembilan kantor lainnya masih menunggu kesiapan operasional, dengan layanan sementara didukung oleh penggunaan genset dan jaringan Starlink.

Pada periode yang sama, sebanyak 497 dari 920 unit ATM BSI di Aceh telah berstatus in service dengan tingkat ketersediaan mencapai 54 persen.

Sementara itu, di Region Medan seluruh cabang telah beroperasi penuh dan 450 dari 488 unit ATM kembali berfungsi dengan tingkat ketersediaan 92 persen.

Di wilayah Sumatera Barat, seluruh kantor layanan dan ATM BSI telah beroperasi normal 100 persen. Untuk daerah dengan dampak berat seperti Langsa dan Kuala Simpang, BSI mengaktifkan sejumlah kantor cabang pembantu serta mengerahkan mobil kas keliling ke wilayah Tamiang.

Wisnu menambahkan, kantor-kantor BSI juga dimanfaatkan sebagai pusat aktivitas warga, termasuk penyediaan akses wifi melalui Starlink dan fasilitas pengisian daya telepon genggam.

Selain itu, BSI turut mengirimkan bantuan tenaga operasional untuk mendukung pegawai yang terdampak agar layanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#BSI #BSI Maslahat #bantuan bencana Sumatera #layanan perbankan BSI #korban bencana #sumbar #sumut #aceh