PADEK.JAWAPOS.COM-Shalat merupakan salah satu diantara rukun Islam yang wajib ditunaikan sebagai umat islam. Shalat juga dapat didefinisikan suatu cara untuk berkomunikasi dengan Allah swt.
Ibadah shalat yang diawali dari niat dan diakhiri dengan salam, merupakan kewajiban yang dilaksanakan 5 waktu sehari semalam sebagai bentuk kepatuhan, keta’atan dan penghambaan kepada Sang Pencinpta Alam Semesta.
Segala do’a dan harapan agar dikabulkan, maka kuncinya adalah shalat. Karena shalat merupakan tiang Agama. Barang siapa yang meninggalkan shalat, sama ia telah meruntuhkan Agama.
Perintah shalat diturunkan ketika Rasulullah SAW diperintahkan untuk Isra dan Mi’raj dari Masjidil Haram Ke Masjidil Aqsa di Palestina. Kisah Isra Mi’raj terbagi dalam 2 peristiwa yang berbeda.
Dalam Isra, Nabi Muhammad “diberangkatkan” dari Masjidil Haram menuju ke Masjidil Aqsa. Sedangkan dalam Mi’raj Nabi Muhammad dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi di semua alam.
Di tempat tersebut Beliau mendapat perintah langsung dari Allah SWT untuk menunaikan shalat lima waktu.
Bagi umat Islam, kisah isra mi’raj ini merupakan peristiwa yang berharga, karena ketika inilah shalat lima waktu diwajibkan, dan tidak ada Nabi lain yang mendapat perjalanan sampai ke Sidratul Muntaha seperti Nabi Muhammad saw.
Ini membuktikan begitu pentingnya perintah shalat di atas perintah ibadah lainnya. Sehingga, jika seorang yang telah mengaku Islam, didalam melakukan shalat, jika tidak kuasa berdiri, maka boleh duduk dan Jika tidak kuasa duduk, maka diperboleh untuk berbaring didalam mengerjakannya.
Maka dari itu keluarga besar SMPN 11 Padang dibawah pimpinan Kepala Sekolah Ibu Dra Erlinawati sekaligus menindak lanjuti edaran yang telah disampaikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Perihal tentang sekolah fullday school (5 hari belajar) dan pelaksanaan shalat zuhur , ashar berjemaah oleh siswa dan seluruh majilis guru disekolah.
Kegiatan tersebut telah berjalan selamat 1 pekan yang lalu dimulai dari tanggal 6 februari 2023 sampai saat ini. Sebelumnya kegiatan shalat berjemaah di SMPN 11 Padang, sudah pernah juga dilaksanakan sebelum terjadinya wabah Covid. 19.
Karna musibah yang tidak bisa dihindari, maka mengambil alternatif mengikuti kebijakan pemerintah kota padang melalui pembelajaran secara daring.
Pada semester genap di tahun 2023 ini kembali lagi diberlakukan kegiatan tersebut sebagai pentuk kegiatan rutinitas keagamaan dan penanaman Pendidikan karakter Religius kepada peserta didik.
Hal ini untuk meringankan tanggung jawab kedua orang tuanya dirumah untuk memerintahkan anaknya melaksanakan shalat zuhur dan ashar. Kegiatan ini merupakan salah satu pembiasaan kepada peserta didik untuk taat kepada perintah Allah.
Karna dalam melakukan ibadah, salah satu metode yang digunakan adalah melalui pembiasaan. Artinya jika shalat sudah menjadi kewajiban bagi anak dan sudah melekat dalam hatinya, maka ia tidak akan mudah untuk meninggalkannya.
Shalat berjemaah diberlakukan dalam 2 ketentuan. Pertama pada saat shalat zuhur diberlakukan di Mushalla dan di Aula SMPN 11 Padang.
Kemudian untuk pelaksanaan shalat Ashar dilakukan di lapangan upacara dengan menyediakan tikar shalat sesuai dengan luasanya lapangan upacara (kecuali jika hujan atau terlalu panas).
Kegiatan tersebut diikuti juga oleh seluruh majelis guru serta pegawai dan seluruh unsur yang ada di sekolah. Setelah kegiatan dilakukan, maka seluruh majelis guru dan pewagawai mengambil absen shalat yang telah disediakan.
Begitu juga dengan wali kelas mengambil absen shalat siswanya dan bagi yang tidak shalat akan diberikan pembinaan oleh guru Agama dan guru bimbingan Konseling.
Adapun tujuan kegiatan shalat zuhur dan ashar berjemaah ini adalah sebagai salah satu cara penanaman karakter religius kepada siswa. Karakter religius yang diharapkan, pertama melatih siswa dapat memiliki disiplin dalam waktu shalat.
Sesungguhnya diantara amalan-amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat yang dikerjakan tepat pada waktunya. Sebagaimana penggalan ayat di bawah ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
Sungguh, shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’ 4: Ayat 103). Dalam ayat ini di jalaskan bahwa mengerjakan shalat waktunya sudah ditentukan.
Maka tidak ada alasan untuk melalaikan waktu yang telah ditentukan. Jika dilalaikan, maka tempatnya adalah neraka wail. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al Ma’un. 4-5 artinya”Maka celakalah orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya.
Karakter kedua melatih siswa rasa kebersamaan dalam berjemaah. Shalat yang dikerjakan dengan sendirian tentu berbeda pahalanya dengan yang dikerjakan secara bersama.
Shalat berjemaah akan dilipat gandakan pahalanya 27 derajat dibanding sendirian. Seluruh unsur yang ada disekolah wajib melakukannya secara berjemaah terkecuali bagi yang berhalangan (khusus perempuan haid).
Dengan dilakukan shalat berjemaah siswa termotivasi untuk melakukan secara bersama-sama dengan dibimbing oleh seorang guru yang menjadi imam. Makna berjemaah memiliki arti Islam itu indah, damai serta kompak dan tidak berpecah belah.
Jika segala sesuatu itu dilakukan secara bersama-sama, maka akan terasa ringan. Begitupun shalat berjemaah, jika dilakukan secara bersama disekolah, maka akan terasa kenikmatan dalam kebersamaan.
Karakter ketiga melatih siswa untuk sabar. Didalam melaksanakan shalat, sesorang perlu melatih diri untuk senantiasa sabar. Karna sabar mempunyai hubungan dengan shalat.
Sebagaimana firman Allah QS. Al Baqarah. “Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan (shalat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk,”.
Indikasi Sabar merupakan perasaan seorang mampu menahan diri dari setiap hal-hal yang ingin dilakukan. Lawan dari sabar itu adalah emosi, tidak bisa dalam mengendalikan diri dari sesuatu yang dilakukan.
Kemudian apa kaitanya sabar dalam shalat? Adapun hubungan antara keduanya yaitu sama-sama sebagai sarana untuk menggapai pertolongan Allah SWT dan keduanya juga merupakan sebagai ibadah yang terberat.
Adapun sabar merupakan ibadah hati yang paling berat, sedangkan shalat merupakan ibadah badaniah yang paling berat.
Jadi dapat disimpulkan kegiatan shalat berjemaah yang dilakukan dapat memberikan pengaruh terhadap siswa, terutama di didalam lingkungan sekolah.
Jika anak yang shalat pasti akan mencerminkan kepribadian yang baik disekolah, baik ucapan, perbuatan dan tindakannya. Karena ia telah menghadirkan Allah dalam hatinya.
Sebagaimana ia menghadirkan Allah dalam ibadah shalatnya. Sebagaimana dari Anas RA, Rasulullah saw bersabda: “yang pertama kali dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah shalat.
Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak maka, maka rusak pula seluruh amal perbuatannya. Maizendra, M.Pd, GURU PAI SMPN 11 PADANG
Editor : Novitri Selvia