Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kemenhub Mulai Terapkan Tilang Lalu Lintas Berbasis Drone

Eri Mardinal • Rabu, 24 Desember 2025 | 10:59 WIB

 

Menhub Dudy Purwagandhi bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melepas keberangkatan perdana Angkutan Motor Gratis (Motis) dengan Kereta Api, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta.
Menhub Dudy Purwagandhi bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melepas keberangkatan perdana Angkutan Motor Gratis (Motis) dengan Kereta Api, dari Stasiun Pasar Senen Jakarta.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta operator angkutan mematuhi standar keselamatan untuk menekan angka fatalitas atau kematian akibat kecelakaan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Pemantauan udara serta tilang berbasis drone juga digunakan guna melihat serta menindak pelanggar lalu lintas (lalin).

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengatakan, pihaknya telah meminta Direktur Jenderal Perhubungan Darat untuk bertemu seluruh pemangku kepentingan.

Khususnya operator bus. ”Mengingatkan ulang standar keselamatan di moda darat,” tegasnya.

Dia juga melihat kesiapan perangkat pendukung. Termasuk, pemantauan udara dan tilang elektronik berbasis drone.

Kendaraan penyelamatan kecelakaan yang dilengkapi peralatan evakuasi juga disediakan.

Menurut Dudy, penggunaan teknologi membantu mengantisipasi kejadian di lintasan perjalanan.

”Sehingga, kemacetan atau kondisi darurat bisa termonitor lebih awal dan ditangani lebih cepat,” ucapnya.

Ketika terjadi kecelakaan, kata Dudy, Kemenhub akan meninjau dan mengevaluasi bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Itu untuk memastikan penyebab dan langkah perbaikan.

Selain itu, untuk menjaga kelancaran arus lalin, skema rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way disiapkan dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan. 

H-3 Natal, sebanyak 32.533 orang meninggalkan Pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

Puncak arus Nataru pada moda penyebrangan diperkirakan terjadi Selasa (23/12) dan Rabu (24/12).

Data Posko Merak periode 22 Desember 2025 pukul 00.00-23.59 WIB atau H-3, tercatat 32.533 penumpang dan 7.131 unit kendaraan telah menyeberang menuju Sumatera. Ada 117 perjalanan kapal dari Pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara.

Kendaraan roda dua tercatat 799 unit (turun 48,9 persen), kendaraan roda empat 3.745 unit (turun 27,8 persen), truk 2.197 unit (turun 30,9 persen), dan bus 390 unit (turun 12,6 persen).

”Secara kumulatif sejak H-10 sampai H-3, penumpang dari Jawa ke Sumatera 271.994 orang atau turun 0,4 persen dan kendaraan 64.360 unit, turun 3,5 persen,” jelas Direktur Utama PT ASDP Indonesia, Ferry Heru Widodo.

Heru memastikan infrastruktur pelabuhan dan fasilitas pendukung siap mendukung kelancaran Nataru.

Pihaknya telah merancang skenario saat kepadatan meningkat. Itu untuk menekan potensi antrean di pelabuhan.

Puncak penerbangan Nataru di bandara terjadi pada 20-21 Desember 2025.

Pada hari pertama, pergerakan pesawat mencapai 3.738 penerbangan dengan 517 ribu penumpang.

Sedangkan, hari kedua terdapat 3.695 penerbangan dan 512 ribu penumpang pesawat.

Direktur Utama InJourney Airports Mohammad R Pahlevi mengungkapkan, pada periode 15-21 Desember 2025, jumlah pergerakan penumpang pesawat di bandara mencapai 3,4 juta penumpang dengan 25 ribu penerbangan.

”Pemanfaatan slot time atau ketersedian waktu keberangkatan dan kedatangan penerbangan cukup tinggi, hampir 90 persen,” paparnya. 

Menurut Pahlevi, saat ini, sudah 479 extra flight yang sudah digunakan oleh maskapai.

Adapun, bandara tersibuk di antaranya Soekarno-Hatta Tangerang (1,19 juta penumpang), I Gusti Ngurah Rai (461 ribu penumpang), Juanda (288 ribu penumpang), Sultan Hasanuddin (211 ribu penumpang), dan Kualanamu (146 ribu penumpang).

Antisipasi Cuaca Ekstrem

Menko PMK Pratikno menyampaikan, seluruh aspek pelayanan Nataru sudah siap. Langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem juga telah disusun. Petugas terus memantau Nataru di sejumlah titik.

Pada Senin (22/12), misalnya. Dia bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) dan Kemenhub sidak di Pelabuhan Merak, Banten. 

Lintas sektor, kata dia, sudah siap menghadapi cuaca buruk. Penyelenggara transportasi, kepolisian, dan TNI memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan perjalanan masyarakat.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan, saat ini, ada 50 posko di Banten. Posko ini terdiri atas pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu.

”Posko tersebut difokuskan untuk mengamankan empat objek utama, yakni arus penyeberangan di Pelabuhan Merak, kegiatan ibadah Natal, aktivitas masyarakat pada malam pergantian tahun, serta destinasi wisata,” jelasnya. (jpg)

Editor : Eri Mardinal
#tilang drone #Nataru 2025 #kemenhub