Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Konflik Internal PBNU Berakhir Islah, Muktamar ke-35 Dipercepat

Novitri Selvia • Jumat, 26 Desember 2025 | 10:31 WIB

TABAYUN: Dari kiri. Kiai Nurul Huda Djazuli, Kiai Anwar Manshur, Kiai Ma’ruf Amin dan Kiai Miftachul Akhyar di Gedung Yayasan Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, kemarin (25/12).
TABAYUN: Dari kiri. Kiai Nurul Huda Djazuli, Kiai Anwar Manshur, Kiai Ma’ruf Amin dan Kiai Miftachul Akhyar di Gedung Yayasan Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, kemarin (25/12).

PADEK.JAWAPOS.COM-Konflik elite di internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mencapai titik temu.

Rapat konsultasi yang diinisiasi oleh syuriah PBNU di Ponpes Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, kemarin (25/12) menghasilkan kesepakatan untuk islah.

Ormas Islam terbesar di Indonesia itu juga memutuskan untuk mempercepat muktamar ke-35. Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam itu berakhir sekitar pukul 15.00. Jajaran mustasyar PBNU mulai tiba di Gedung Yayasan Ponpes Lirboyo sejak pukul 10.30.

Antara lain ada Wakil Presiden ke-13 Kiai Ma’ruf Amin, Kiai Anwar Manshur (Ponpes Lirboyo), Kiai Nurul Huda Djazuli (Ponpes Ploso), KH Abdullah Ubab Maimoen (Ponpes Al Anwar Sarang), Kiai Machasin (guru besar UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta) dan sejumlah kiai lain.

Rais Aam PBNU Kiai Miftachul Akhyar datang ke lokasi pertemuan lewat pintu barat. Demikian pula saat keluar. Pengasuh Ponpes Tahsinul Akhlaq Rangkah, Surabaya itu memilih pintu yang tidak ada awak media.

Beberapa kiai sepuh juga lebih dulu meninggalkan lokasi rapat. Mereka, antara lain, Kiai Anwar Manshur dan Kiai Nurul Huda Djazuli. Kemudian baru disusul Kiai Ma’ruf Amin yang keluar ruangan bersama Yahya Cholil Staquf.

Terpisah, Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo Oing Abdul Muid Shohib mengatakan, pertemuan yang diinisiasi oleh Rais Aam PBNU kemarin mencapai kesepakatan untuk islah.

“Telah tercapai kesepakatan untuk menggelar muktamar ke-35 NU dalam waktu secepat-cepatnya,” katanya.

Sekadar diketahui, muktamar ke-34 di Lampung diadakan pada 22 Desember 2021. Muktamar itu pula yang menetapkan Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum PBNU.

Namun, pelaksanaan muktamar ke-35 kemungkinan tidak menunggu Desember 2026.

Menurut Gus Muid, sapaan Abdul Muid Shohib- jadwal dan teknis penyelenggaraan muktamar ke-35 diserahkan kepada PBNU. Gus Muid menegaskan, percepatan muktamar dibuat untuk menjaga kebersamaan dan keteduhan.

Terkait kepastian islah kedua kubu, Gus Muid menyebut keputusan dalam rapat kemarin bersifat resmi.

“Kesimpulannya (rapat) ini kan (diputuskan) bareng-bareng. Apa berarti kalau bareng-bareng?” lanjutnya mengindikasikan tercapainya islah di antara pihak yang berkonflik sebelumnya.

Meski demikian, konflik itu hanya bisa diselesaikan secara resmi melalui muktamar ke-35. Sementara itu, Mustasyar PBNU KH Ma’ruf Amin menekankan, muktamar ke-35 akan dilaksanakan bersama-sama.

Bukan oleh satu pihak tertentu. Menurut dia, keputusan itu sudah sejalan dengan harapan seluruh pengurus maupun para sesepuh di wilayah.

“Jadi finalnya adalah muktamar. Mustasyar hanya memfasilitasi ke arah yang sama, menghilangkan konflik, menyatu lagi, kemudian menyelenggarakan muktamar. Sudah tidak ada lagi konflik,” ujar Maruf Amin.

Rais Aam PBNU periode 2015-2018 itu mengatakan, keputusan itu juga sesuai harapan para mustasyar. Sebab selain menghadirkan Rais Aam, pertemuan juga dihadiri Yahya Cholil Staquf.

Sehingga keputusan yang dibuat sudah atas dasar persetujuan semua pihak.

“Biasa kalau awalnya ada perdebatan, tetapi ujungnya harus islah. Itu kan yang diharapkan oleh kami, para mustasyar dan sesepuh, untuk kembali ke jalan yang sama,” tandasnya Wakil Presiden RI periode 2019 – 2024 itu.

Sementara itu, Yahya Cholil Staquf mengatakan, muktamar ke-35 akan digelar secara normal dan legitimate dengan dipimpin oleh Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam serta dirinya sebagai ketua umum PBNU.

“Setelah ini akan segera ditindaklanjuti langkah-langkah teknis menuju muktamar tersebut,” ujarnya.

Apakah keputusan-keputusan sebelumnya, termasuk pencopotannya sebagai ketum PBNU teranulir dengan adanya keputusan baru itu? Yahya menjawab singkat. “Otomatis (menghapus keputusan sebelumnya, red),” tandasnya.

Sebelumnya, rapat harian Syuriah PBNU menyatakan bahwa Yahya Cholil Staquf sudah bukan ketua umum PBNU. Rapat syuriah juga menunjuk KH Zulfa Mustofa sebagai penjabat (Pj) ketua umum PBNU. Kiai Zulfa diminta menyiapkan pelaksanaan muktamar ke-35. (ais/ut/oni/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#Ma’ruf Amin #muktamar #yahya cholil staquf #Miftachul Akhyar #pbnu