PADEK.JAWAPOS.COM-Menjelang tahun baru 2026, harga sejumlah jenis ikan laut di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Airbangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.
Kenaikan harga ini terjadi akibat kondisi cuaca yang tidak menentu dan telah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Aktivitas bongkar muat ikan di TPI Air Bangis masih berlangsung setiap hari.
Namun, jumlah tangkapan nelayan terlihat tidak sebanyak biasanya. Kondisi tersebut berdampak langsung pada ketersediaan ikan di pelelangan sehingga harga perlahan mengalami kenaikan.
Pantauan Padang Ekspres, Senin (29/12) di lokasi menunjukkan beberapa jenis ikan mengalami kenaikan harga.
Ikan tongkol yang sebelumnya dijual Rp25.000 per kilogram kini naik menjadi Rp32.000 per kilogram. Ikan sisiak yang sebelumnya Rp40.000 per kilogram kini dijual Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan harga juga terjadi pada ikan tenggiri, dari sebelumnya Rp77.000 per kilogram menjadi Rp82.000 per kilogram. Sementara itu, ikan dencis yang sebelumnya dijual Rp40.000 per kilogram kini naik menjadi Rp45.000 per kilogram.
Pedagang ikan di TPI Airbangis, Nofriyandi, 37, mengatakan bahwa kenaikan harga sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Menurutnya, pasokan ikan dari nelayan berkurang akibat kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Beberapa minggu ini ombak sering besar dan angin kencang. Sekarang nelayan sedikit yang pergi melaut, jadi ikan yang masuk ke TPI juga berkurang,” ujarnya kepada Padang Ekspres, Senin (29/12).
Ia menjelaskan bahwa saat ini kondisi perairan belum memasuki fase bulan terang. Namun, diperkirakan sekitar satu pekan ke depan akan mulai memasuki bulan terang.
Kondisi tersebut biasanya membuat nelayan semakin kesulitan mendapatkan ikan karena cahaya bulan yang terlalu terang di laut berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan.
“Saat ini sebenarnya belum masuk bulan terang. Kalau sudah bulan terang, biasanya ikan yang masuk ke TPI makin sedikit. Biasanya sekitar seminggu lagi sudah mulai bulan terang,” ungkap Nofriyandi.
Selain faktor cuaca dan fase bulan, meningkatnya permintaan ikan dari luar daerah juga memengaruhi harga ikan di Airbangis. Sebagian hasil tangkapan nelayan dikirim ke daerah lain sehingga pasokan di tingkat lokal semakin terbatas.
“Di sini kan pusat ikan, jadi ikan-ikan ada yang dikirim ke luar kota juga,” pungkasnya.
Hal serupa disampaikan pedagang lainnya, Yuyun Iskandar, 31. Ia menyebutkan bahwa hasil tangkapan nelayan belakangan ini tidak menentu. Bahkan, dalam satu hari jumlah ikan yang dilelang bisa jauh lebih sedikit dibandingkan hari normal.
“Kadang ikan masuk cuma separuh dari hari normal. Kalau barang sedikit sementara pembeli tetap ramai, otomatis harga ikut naik,” katanya.
Kondisi tersebut membuat para pedagang harus menyesuaikan harga jual agar tetap mendapatkan keuntungan. Meski demikian, pedagang mengaku tetap berupaya menjaga kenaikan harga agar tidak terlalu memberatkan pembeli.
“Kita menaikkan harga di kisaran Rp5.000 hingga Rp 10.000 saja. Kita juga memikirkan pembeli,” tuturnya.
Para pedagang ikan berharap kondisi cuaca dan fase bulan ke depan tidak semakin memperburuk pasokan ikan. Mereka berharap aktivitas melaut tetap dapat berjalan meskipun hasil tangkapan terbatas, sehingga ketersediaan ikan di TPI Air Bangis tetap terjaga. (cr6)
Editor : Novitri Selvia