Kunjungan ke ini dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian infrastruktur penghubung yang vital bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik pascabencana.
Presiden menegaskan pentingnya penyelesaian jembatan tersebut karena menjadi jalur utama yang menghubungkan wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Selatan (Tapsel).
Selain itu, percepatan infrastruktur dilakukan untuk memulihkan arus barang dan jasa yang sebelumnya terhambat akibat kerusakan jembatan lama.
Jembatan Bailey sepanjang sekitar 50 meter itu dibangun sebagai solusi cepat menggantikan jembatan yang rusak akibat bencana alam.
Infrastruktur ini diharapkan dapat memulihkan konektivitas masyarakat antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi setempat.
Pengerjaan Jembatan oleh Denzipur dan Bina Marga
Pembangunan jembatan ini dikerjakan oleh Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) bersama Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum.
Kehadiran jembatan tersebut dianggap strategis dalam percepatan pemulihan infrastruktur transportasi di wilayah terdampak.
Selain itu, pembangunan jembatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan aksesibilitas masyarakat tetap terjaga selama proses pemulihan pascabencana berlangsung.
Presiden Berdialog dengan Pekerja dan Warga
Dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo juga berdialog dengan para pekerja dan warga setempat untuk mendengarkan langsung kondisi lapangan dan berbagai aspirasi masyarakat.
Usai meninjau pembangunan Jembatan Bailey Sungai Garoga, Presiden meninjau Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan yang terletak di Desa Batu Hula.
Di posko tersebut, Presiden berdialog langsung dengan tenaga kesehatan yang bertugas untuk memastikan layanan medis bagi masyarakat terdampak berjalan optimal.
Sebagai informasi tambahan dari Sekretariat Kabinet, Presiden Prabowo dijadwalkan menghabiskan malam pergantian tahun di Tapanuli Selatan bersama warga setempat.(*)
Editor : Heri Sugiarto