Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Banjir Dominasi Bencana Awal Januari di Sumbar, Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Barat

Hendra Efison • Senin, 5 Januari 2026 | 21:36 WIB

BNPB mencatat banjir dan banjir rob mendominasi bencana awal Januari di Sumbar, Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Barat periode laporan resmi nasional.
BNPB mencatat banjir dan banjir rob mendominasi bencana awal Januari di Sumbar, Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Barat periode laporan resmi nasional.
PADEK.JAWAPOS.COM—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bencana hidrometeorologi basah mendominasi kejadian bencana di berbagai daerah hingga Minggu (4/1/2026) pukul 07.00 WIB, berdasarkan laporan resmi pemerintah daerah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Abdul Muhari SSi MT, menyampaikan rangkuman kejadian tersebut mencakup banjir dan banjir rob di Sumatera Barat, Jawa Barat, Banten, dan Kalimantan Barat.

Di Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, banjir terjadi pada Jumat (2/1) pukul 08.00 WIB dan melanda empat nagari di tiga kecamatan, yakni Sikabu Lubuak Aluang, Kasang, Kampung Galapuang Ulakan, dan Sungai Gimba Ulakan.

Sebanyak 50 rumah terendam dengan 50 KK atau 80 jiwa terdampak. BPBD Padangpariaman melakukan evakuasi dan mendirikan pengungsian di musala dan TK di Nagari Kampung Galapuang, serta dua tenda pengungsian berkapasitas 50 KK di Nagari Sikabu Lubuak Aluang.

Di Kabupaten Subang, Jawa Barat, banjir rob melanda empat desa di dua kecamatan pada Sabtu (3/1) pukul 06.30 WIB akibat kenaikan muka air laut.

Sebanyak 1.865 KK atau 6.576 jiwa terdampak, dengan 1.515 rumah tergenang. Ketinggian air tercatat antara 20 hingga 70 sentimeter, dan BPBD Provinsi Jawa Barat bersama BPBD Kabupaten Subang melakukan kaji cepat serta penanganan.

Banjir juga terjadi di Kota Cilegon, Banten, pada Jumat (2/1) akibat hujan berintensitas tinggi, berdampak pada tiga kelurahan di tiga kecamatan.

Sebanyak 486 KK atau 1.208 jiwa terdampak, dan hingga Sabtu (3/1) genangan masih terjadi. BPBD setempat melakukan evakuasi dan asesmen lapangan.

Sementara itu di Kabupaten Pandeglang, Banten, banjir akibat luapan sungai pada Sabtu (3/1) berdampak pada 2.001 KK di 14 desa pada enam kecamatan, dengan ketinggian air 30 hingga 50 sentimeter.

Di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, banjir terjadi pada Jumat (2/1) akibat meluapnya Sungai Asuansang dan hujan berintensitas tinggi, menggenangi Desa Tempapan Hulu dan Sijang, Kecamatan Galing.

Sebanyak 220 KK atau 1.100 jiwa terdampak, serta dua fasilitas ibadah turut tergenang. Hingga Sabtu (3/1), ketinggian air masih berkisar 1 hingga 1,5 meter, dan BPBD melakukan kaji cepat serta penanganan.

BNPB mengimbau masyarakat memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi serta meningkatkan kewaspadaan saat hujan lebat atau kenaikan muka air.(*)

Editor : Hendra Efison
#Penanganan Bencana #bnpb #banjir di indonesia #Bencana hidrometeorologi