Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 23 Januari 2026, Jakarta–Banten Berstatus Level AWAS

Heri Sugiarto • Jumat, 23 Januari 2026 | 00:42 WIB

BMKG mengimbau masyarakat waspada potensi cuaca hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. (Foto ilustrasi: Gemini AI)
BMKG mengimbau masyarakat waspada potensi cuaca hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia. (Foto ilustrasi: Gemini AI)
PADEK.JAWAPOS.COM-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia pada 23 Januari 2026.

Peringatan yang disampaikan Humas BMKG ini berlaku untuk hujan sedang hingga ekstrem serta potensi angin kencang di berbagai daerah.

Level Peringatan Hujan Berdasarkan Wilayah

BMKG menetapkan beberapa level peringatan cuaca: WASPADA, SIAGA, dan AWAS.

Wilayah yang berada pada level WASPADA dengan hujan sedang hingga lebat meliputi Sumatera Selatan, Bengkulu, Gorontalo, Maluku, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Sementara itu, level SIAGA atau hujan lebat hingga sangat lebat berlaku di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wilayah AWAS, yakni hujan sangat lebat hingga ekstrem, tercatat di DKI Jakarta dan Banten.

Operasi Modifikasi Cuaca di Jakarta

Seiring dengan peringatan hujan ekstrem, BMKG bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta dan TNI Angkatan Udara menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Operasi ini berlangsung sejak 16 hingga 22 Januari 2026 dengan pusat pos komando di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa modifikasi cuaca bertujuan menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi.

Pelaksanaan menggunakan satu unit pesawat Casa 212 seri 200 dengan nomor registrasi A-2105 bersama bahan semai NaCl (garam) dan CaO (kapur). Penyemaian diprioritaskan untuk menjatuhkan awan hujan dari lautan yang bergerak ke daratan Jabodetabek serta menghambat pertumbuhan awan baru.

Direktur Operasi Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo, menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan disupervisi secara teknis oleh BMKG.

Ia menjelaskan kondisi atmosfer saat ini menunjukkan fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) fase 2, potensi gelombang frekuensi rendah, gelombang Kelvin, dan OLR negatif. Kelembapan udara di Jabodetabek berkisar 40–100% pada lapisan 925–500 hPa.

Peringatan Dini Angin Kencang dan Imbauan BMKG

Selain potensi hujan, BMKG mengeluarkan peringatan dini angin kencang untuk Aceh, Bali, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.

Untuk wilayah Jabodetabek, prioritas utama OMC adalah mengurangi awan hujan yang masuk Jakarta agar aktivitas masyarakat tetap nyaman dan aman.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir Januari ini. Dinamika atmosfer saat ini memang menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia, namun dengan kesiapsiagaan yang baik dan terus memantau informasi resmi dari BMKG, kita dapat meminimalisir risiko bencana” kata Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#angin kencang #bmkg #hujan lebat #ntb #Banten #nusa tenggara barat #Cuaca ekstrem 23 Januari 2026 #cuaca ekstrem #dki jakarta