Usai pelantikan, Mentan Amran menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian dalam mendukung ketahanan dan transisi energi nasional.
Ia menyebut pengembangan energi hijau menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.
Potensi Komoditas Pertanian untuk Energi Hijau
Menurut Amran, Indonesia sebagai negara agraris memiliki kekuatan besar untuk menjadi pemain utama energi terbarukan berbasis biofuel.
Ia menekankan besarnya potensi komoditas pertanian seperti ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lain sebagai bahan baku energi hijau.
“Insya Allah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, seperti dari ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lainnya,” ujar Amran.
Ia menyampaikan bahwa kelapa sawit dan tebu saat ini telah menjadi dua sumber biofuel utama nasional.
Ke depan, singkong akan menjadi prioritas sebagai sumber energi baru yang dinilai memiliki potensi sangat besar. “Sawit dan tebu sudah berjalan. Selanjutnya, kita dorong singkong. Ini potensi besar kita,” ucapnya.
Penguatan Kebijakan Biofuel dan Implementasi B50
Amran menjelaskan bahwa pemerintah terus memperkuat kebijakan mandatori biodiesel. Salah satu langkah strategisnya adalah implementasi B50 yang ditargetkan dapat menekan impor solar secara signifikan sepanjang tahun ini.
“Insya Allah, sesuai hasil koordinasi, tahun ini kita tidak impor lagi solar karena kita masuk ke B50,” katanya.
Peran DEN dan Sinergi Lintas Sektor
Dewan Energi Nasional merupakan lembaga yang bertugas merumuskan dan mengoordinasikan kebijakan energi Indonesia dalam jangka panjang.
Dengan bergabungnya Mentan Amran sebagai anggota DEN, sinergi antara sektor pertanian dan sektor energi diharapkan semakin kuat.
Kementerian Pertanian menargetkan penguatan hilirisasi, pengembangan komoditas energi, serta perluasan budi daya tanaman penghasil biofuel.
Program tersebut mencakup integrasi produksi dari hulu hingga hilir guna meningkatkan efisiensi dan daya saing.
Arah Pengembangan Energi Berkelanjutan
Langkah pengembangan energi hijau berbasis komoditas pertanian diyakini mampu menciptakan nilai tambah bagi petani dan memperkuat ekonomi nasional.
Selain itu, upaya ini mendukung target Indonesia menuju kedaulatan energi dan pembangunan hijau yang berkelanjutan.(*)
Editor : Heri Sugiarto