Salah satu titik yang paling mencuri perhatian adalah skate park yang berdiri di area tersebut dan menjadi pusat kegiatan anak muda setiap sore hari.
Sebagai satu-satunya skate park di Payakumbuh bahkan di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, fasilitas ini memiliki arti penting bagi komunitas skateboard dan generasi muda yang membutuhkan ruang aman untuk menyalurkan hobi serta kreativitas.
Arena beton dengan berbagai rintangan dan undakan itu hampir tak pernah kosong, terutama ketika matahari mulai condong ke barat.
Pantauan PADEK.JAWAPOS.COM pada Kamis (12/2/2026), sejak pukul 16.00 WIB sejumlah remaja berdatangan membawa papan seluncur dan langsung memadati lintasan.
Suara roda skateboard yang meluncur berpadu dengan canda tawa, menciptakan suasana sore yang hidup di tepian Batang Agam.
Berbeda dengan sekadar tempat berkumpul, skate park ini menghadirkan aktivitas yang menuntut keterampilan, konsentrasi, dan keberanian mencoba berbagai trik dari tingkat dasar hingga teknik yang lebih menantang.
Ketika ada pemain yang terjatuh, rekan-rekannya sigap memberi semangat dan dukungan sebelum kembali mencoba.
Diman (20), salah seorang pemain yang hampir setiap hari datang, mengatakan keberadaan skate park menjadi ruang penting bagi anak muda untuk menyalurkan hobi secara lebih aman.
“Dulu kami sering main di jalan atau di halaman kosong. Risikonya besar, bisa kena kendaraan atau dimarahi warga. Sekarang sudah ada tempat khusus, jadi lebih nyaman,” ujarnya.
Menurut Diman, skate park Batang Agam bukan hanya soal olahraga, melainkan juga menjadi titik temu berbagai kalangan anak muda dari beragam latar belakang tanpa sekat.
“Di sini tidak ada beda-beda. Yang sudah mahir bantu yang baru belajar. Kami saling dukung,” katanya.
Baca Juga: Sepekan Jelang Ramadhan, Harga Beras di Padang Tembus Rp21 Ribu per Kg, Operasi Pasar Digelar
Ia menambahkan, untuk menguasai satu trik dibutuhkan latihan berulang serta keberanian bangkit setelah gagal.
“Kalau jatuh itu biasa. Justru dari situ kami belajar tidak mudah menyerah,” tambahnya.
Tak hanya dimanfaatkan pemain skateboard, kawasan taman Batang Agam di sekitar arena turut menjadi ruang bersantai masyarakat.
Ridho (21), salah seorang pengunjung, menilai kehadiran skate park memberi warna baru bagi suasana taman dan menarik minat warga untuk datang menikmati ruang terbuka tersebut.
“Kadang saya ikut main, kadang cuma duduk lihat teman-teman. Seru saja lihat mereka latihan. Jadi ada hiburan juga,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas di skate park membuat suasana sore di Batang Agam terasa lebih hidup dibandingkan sebelumnya.
Seiring matahari bergerak turun, jumlah pemain justru bertambah dan sebagian remaja terlihat antre mencoba lintasan sambil merekam aksi menggunakan ponsel.
Diman berharap fasilitas tersebut terus dirawat agar tetap layak digunakan dalam jangka panjang, mengingat skate park Batang Agam menjadi satu-satunya arena bagi komunitas skateboard di kawasan tersebut. (CR7)
Editor : Hendra Efison