Banjir tersebut menyebabkan permukiman terendam, infrastruktur rusak, serta terganggunya pendidikan dan layanan kesehatan.
Program IAS Tanggap digelar pada 13–16 Februari 2026 di empat lokasi: Pondok Pesantren dan Masjid Da’rul Mukhlisin, Meunasah Asy-Syura, TPQ Al-Ihsan Al-Islamy, dan RSUD Aceh Tamiang.
IAS Group melalui Gapura, Angkasa Pura Support, IAS Support, IAS Hospitality, dan IAS Property melakukan revitalisasi fasilitas publik dan penyaluran bantuan kemanusiaan secara terpadu.
Kegiatan meliputi perbaikan sarana pendidikan dan ibadah, pembenahan drainase dan sanitasi, penyediaan akses air bersih, penguatan fasilitas belajar dan konektivitas digital, pengecatan fasilitas kesehatan, serta distribusi obat-obatan.
"Semua kegiatan bertujuan mempercepat pemulihan fasilitas publik dan mendukung keberlanjutan sosial masyarakat terdampak," ujar Direktur Operasi IAS, Danny Thaharsyah.
Menurutnya, program ini sebagai wujud TJSL terintegrasi. Kegiatan dilaksanakan secara terpadu oleh lintas entitas IAS Group untuk memastikan dampak lebih luas dan berkelanjutan.
Melalui IAS Tanggap, IAS Group memperkuat ketahanan sosial masyarakat Aceh Tamiang dan memastikan keberlanjutan fungsi fasilitas publik pascabanjir.
"Perusahaan akan terus melaksanakan inisiatif TJSL yang terukur dan berorientasi pada dampak jangka panjang, dengan motto #MelayaniSepenuhHati," kata Danny.(*)
Editor : Heri Sugiarto