Hingga 5 Maret 2026, delapan pengusaha Indonesia tercatat masuk dalam jajaran miliarder dunia yang dipantau indeks tersebut. Nilai kekayaan mereka bergerak mengikuti kinerja saham perusahaan masing-masing di pasar modal global.
Berikut daftar orang terkaya di Indonesia berdasarkan data terbaru tersebut:
- Prajogo Pangestu – Rp496,93 triliun
Pendiri Barito Pacific ini mempertahankan posisi sebagai orang terkaya nomor satu di Indonesia. Kekayaannya terdongkrak ekspansi besar pada sektor energi terbarukan dan industri petrokimia. - Sukanto Tanoto – Rp403,97 triliun
Pengusaha yang memimpin Royal Golden Eagle menempati posisi kedua. Bisnis kertas dan kelapa sawit yang stabil membuat nilai asetnya terus tumbuh dalam setahun terakhir. - Low Tuck Kwong – Rp324,53 triliun
Sosok yang dikenal sebagai raja batu bara ini tetap berada di papan atas berkat efisiensi operasional perusahaan tambangnya, Bayan Resources, meski harga komoditas energi global berfluktuasi. - Budi Hartono – Rp273,82 triliun
Salah satu anggota keluarga Hartono yang selama bertahun-tahun memimpin daftar orang terkaya kini berada di posisi keempat. - Anthoni Salim – Rp248,46 triliun
Pengusaha yang memimpin Salim Group ini memiliki kekayaan yang sama dengan posisi keenam. Industri makanan melalui Indofood menjadi tulang punggung bisnisnya. - Michael Hartono – Rp248,46 triliun
Saudara dari Budi Hartono ini menempati peringkat keenam dengan jumlah kekayaan identik dengan Anthoni Salim. - Dato Sri Tahir – Rp212,97 triliun
Pendiri Mayapada Group tetap berada dalam jajaran elite miliarder Indonesia dengan fokus bisnis pada sektor kesehatan dan properti. - Otto Toto Sugiri – Rp148,74 triliun
Tokoh di balik perusahaan pusat data Daya Cipta Infrastruktur Indonesia ini melengkapi daftar delapan besar, mencerminkan semakin besarnya pengaruh sektor teknologi digital dalam peta kekayaan nasional.
Dalam laporan yang dirilis Jumat (6/3/2026), Bloomberg Technoz menyebutkan bahwa delapan pengusaha asal Indonesia tersebut termasuk dalam 500 orang terkaya dunia yang dipantau secara berkala oleh Bloomberg.
Laporan itu juga menegaskan bahwa pergerakan kekayaan para miliarder sangat bergantung pada performa saham perusahaan mereka di bursa efek. Kenaikan harga saham pada sektor energi hijau dan infrastruktur menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan nilai aset pada periode ini.(*)
Editor : Hendra Efison