Kegiatan yang digelar di Area Komersial TOD Samesta Mahata Margonda, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (6/3/2026) tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moh. Arief Cahyono, mengatakan sosialisasi melalui program Tani On Stage bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Saya berharap masyarakat mendapat pemahaman mengenai Gerakan Pangan Murah sebagai upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujar Arief.
Talkshow tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Direktur Kewaspadaan Pangan Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis; Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementerian Pertanian, Freddy; serta praktisi keamanan pangan Risky Aprillian.
Dalam kesempatan tersebut, Nita Yulianis menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pangan nasional.
Pemerintah, kata dia, terus menjaga pasokan dan stabilitas harga melalui berbagai program, termasuk Gerakan Pangan Murah.
“Stok pangan saat ini dalam kondisi cukup, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying. Membeli secara berlebihan justru dapat mengganggu distribusi di pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Freddy memastikan ketersediaan komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah tetap mencukupi hingga setelah Idul Fitri.
Menurutnya, fluktuasi harga yang terjadi lebih banyak dipengaruhi faktor cuaca yang dapat menghambat proses panen dan distribusi.
“Secara produksi sebenarnya tersedia. Tantangannya lebih pada faktor cuaca yang kadang memengaruhi proses panen,” jelasnya.
Freddy juga mendorong masyarakat mengurangi pemborosan pangan dengan melakukan pengolahan sederhana di rumah, seperti membuat bumbu dasar atau pasta cabai agar lebih tahan lama.
Selain itu, masyarakat dianjurkan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam kebutuhan dapur seperti cabai.
Dari sisi keamanan pangan, Risky Aprillian mengingatkan pentingnya perencanaan belanja dan pengelolaan makanan yang baik, terutama untuk produk pangan asal hewan. Ia juga menekankan pentingnya memahami konsep ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam memilih pangan agar kualitas dan keamanan konsumsi masyarakat tetap terjaga.
Sementara itu, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan stok pangan nasional hingga Maret 2026 berada dalam kondisi aman.
“Insya Allah pangan kita aman. Pemerintah terus menjaga produksi dan distribusi agar kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang Idulfitri, tetap terpenuhi,” ujar Amran.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar pentingnya belanja bijak dan pengelolaan pangan yang baik sehingga momen Ramadhan dan Idul Fitri dapat dijalani dengan lebih tenang dan sehat.(*)
Editor : Heri Sugiarto