Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Produksi Pertanian Naik 13 Persen, Ini Strategi Irigasi Perpompaan ala Mentan Amran

Heri Sugiarto • Jumat, 17 April 2026 | 19:54 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau irigasi perpompaan di Desa Banyurip, Magelang.(Foto: Humas Kementan)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau irigasi perpompaan di Desa Banyurip, Magelang.(Foto: Humas Kementan)

PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa program Irigasi Perpompaan (Irpom) menjadi salah satu terobosan paling efektif dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional.

Teknologi manajemen air ini terbukti mampu mengubah pola tanam petani di lahan kering (upland) dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali setahun.

Penegasan tersebut disampaikan Mentan Amran saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Banyurip, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Kamis (16/4/2026).

Di lokasi, ia menyaksikan secara langsung keberhasilan pompanisasi dengan bangunan irigasi berkapasitas 5.000 liter yang kini mengairi sekitar 20 hektare lahan.

“Ini sangat kreatif, di mana pompanisasi di sini sudah jalan. Yang dulu panen satu kali, menjadi tiga kali. Kenapa? Karena pompanya sudah dipasang,” ujar Amran.

Direplikasi Nasional

Melihat efektivitas program tersebut, Mentan Amran memastikan bahwa Indonesia akan memperluas pemasangan pompa air di seluruh wilayah yang memiliki potensi pertanian lahan kering.

“Harapan kita seluruh Indonesia, tanah-tanah lahan kering atau daerah upland, yang panen satu kali bisa menjadi dua kali, tiga kali karena kita akan pasang pompa,” tegasnya.

Kementerian Pertanian juga telah menyiapkan anggaran besar untuk percepatan implementasi program Irpom.

“Kami sudah anggarkan 4 sampai 5 triliun untuk pompanisasi. Kalau kita bisa jangkau 1 juta hektare, produksi 6 ton saja, berarti kenaikan 6 juta ton gabah,” jelasnya.

Selaras dengan Program Sawah Baru dan Optimalisasi Lahan Rawa

Program Irpom tidak berdiri sendiri, tetapi dijalankan bersamaan dengan strategi lain seperti pencetakan sawah baru serta optimalisasi lahan rawa.

“Nah, ini sambil kita cetak sawah, juga optimalisasi lahan rawa. Jadi, ini tiga langkah kita tempuh,” kata Mentan Amran.

Kombinasi tiga kebijakan tersebut disebut telah memberikan hasil signifikan dengan kenaikan produksi sebesar 13 persen, atau setara 4 juta ton gabah.

Dorong Luas Tambah Tanam

Lebih lanjut, Mentan Amran menjelaskan bahwa strategi peningkatan produksi nasional kini berfokus pada konsep Luas Tambah Tanam (LTT), yaitu menambah luas tanam tanpa harus memperluas lahan.

“Ini namanya Luas Tambah Tanam (LTT). Jadi, lahannya tetap, tapi luas tanamnya yang bertambah. Bisa potensi tiga kali tanam dalam satu hektare,” ungkapnya.

Amran juga menyebutkan bahwa potensi tambahan produksi akan meningkat tajam jika LTT diterapkan lebih luas.

“Nah, kalau ada 2 juta hektare tambahan, kali 6 ton, itu 12 juta ton gabah. Artinya menambah 6 juta ton beras,” jelasnya.

Instruksi Presiden, Kepala Daerah Akan Dikumpulkan

Sebagai langkah percepatan implementasi, Kementerian Pertanian akan memanggil seluruh bupati dan wali kota yang memiliki potensi pengembangan LTT.

“Nanti kita cek semua. Yang butuh pompa, Insya Allah hari Senin kami putuskan. Kami undang Pak Bupati ke Jakarta. Dananya sudah siap. Ini perintah Bapak Presiden,” tegasnya.

Mentan Amran menambahkan bahwa pemerintah pusat berkomitmen menyediakan kebutuhan irigasi modern sebagai upaya konkret dalam mempercepat peningkatan produksi nasional.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#irigasi perpompaan #produksi pertanian naik #luas tambah tanam #amran sulaiman #Kementan 2026