Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ekspor Urea ke Australia, PM Albanese Apresiasi Presiden Prabowo

Heri Sugiarto • Rabu, 22 April 2026 | 08:46 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat menerima sambungan telepon dari PM Australia Anthony Albanese terkait persetujuan ekspor urea Indonesia ke Australia.(Foto: Setkab)
Presiden Prabowo Subianto saat menerima sambungan telepon dari PM Australia Anthony Albanese terkait persetujuan ekspor urea Indonesia ke Australia.(Foto: Setkab)

PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden Prabowo Subianto menerima sambungan telepon dari Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pada Selasa sore (21/4/2026). 

Dalam percakapan tersebut, PM Albanese menyampaikan apresiasi atas langkah Indonesia memulai ekspor pupuk urea ke Australia sebesar 250 ribu ton pada tahap awal.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa apresiasi tersebut merujuk pada persetujuan Presiden Prabowo terkait kebijakan ekspor urea tahap pertama ke Australia.

Menurut Teddy, ekspor ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar pupuk Indonesia di tingkat internasional.

Selain Australia, pemerintah Indonesia juga tengah membuka peluang ekspor urea ke sejumlah negara lain. 

Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pemerintah sudah menjajaki pengiriman ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil, dengan total komitmen ekspor mencapai sekitar 1 juta ton.

Ia menegaskan bahwa langkah ekspansi pasar ini sejalan dengan penguatan posisi Indonesia dalam rantai pasok pupuk global.

Pemerintah memastikan kebijakan ekspor tetap dilakukan secara terukur. Berdasarkan data Kementerian Pertanian, kapasitas produksi urea nasional mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan dalam negeri berada di kisaran 6,3 juta ton.

Dengan selisih kapasitas tersebut, pemerintah menjamin bahwa ekspor tidak akan mengganggu pemenuhan pupuk bagi petani di dalam negeri.

Teddy menambahkan bahwa langkah ekspor ini memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional sekaligus memperkuat ketahanan pasokan pupuk domestik.

Menurut Teddy, kebijakan ekspor yang terukur ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pasokan pupuk di dalam negeri sembari memperkuat kontribusi Indonesia di pasar global.

Komunikasi antara Presiden Prabowo dan PM Albanese tersebut turut mempertegas komitmen kerja sama kedua negara dalam sektor strategis, termasuk pemenuhan bahan pendukung kebutuhan industri pertanian Australia.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#ekspor urea #australia #Anthony Albanese #prabowo subianto #pupuk indonesia