JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut pengumuman MSCI Inc. pada 20 April 2026 terkait pembaruan penilaian free float saham Indonesia yang mengakui reformasi transparansi pasar modal nasional.
Pengakuan ini diberikan atas berbagai langkah strategis yang dilakukan OJK bersama PT Bursa Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia dalam meningkatkan tata kelola pasar.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan pengakuan tersebut mencerminkan upaya berkelanjutan dalam memperkuat integritas pasar.
“Berbagai inisiatif strategis merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar, memperkuat pelindungan investor, serta mendorong pasar modal Indonesia menjadi lebih kredibel dan transparan,” ujarnya.
Baca Juga: Hari Bumi 2026, KAI Divre II Sumbar Tekan Emisi Lewat Transportasi Rel dan Energi Surya
Reformasi yang mendapat perhatian MSCI meliputi peningkatan transparansi kepemilikan saham di atas 1 persen, penguatan klasifikasi investor, implementasi kerangka High Shareholding Concentration (HSC), serta peningkatan batas minimum free float.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai pengakuan tersebut sebagai sinyal positif terhadap arah kebijakan pasar modal Indonesia.
“Implementasi reformasi akan terus dijaga agar berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan, serta diperkuat melalui koordinasi aktif dengan berbagai pihak,” katanya.
MSCI saat ini masih melakukan asesmen lanjutan menggunakan data baru dari reformasi pasar modal Indonesia serta masukan dari pelaku pasar global.
Baca Juga: PLN Percepat Program Listrik Desa di Kuranji Padang, Perluas Akses Energi Masyarakat
Proses ini menjadi bagian dari evaluasi untuk MSCI Index Review pada Mei 2026 dan Market Accessibility Review pada Juni 2026.
OJK menilai momentum ini penting untuk menunjukkan efektivitas kebijakan yang telah dijalankan dalam meningkatkan aksesibilitas dan daya tarik investasi.
Baca Juga: Rendang Gadih Mantapkan Ekspansi Global di FHA Singapore 2026
Sebagai tindak lanjut, OJK akan terus mendorong implementasi delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.
Langkah tersebut mencakup peningkatan transparansi, penguatan likuiditas, penegakan hukum, tata kelola, serta pendalaman pasar.
OJK meyakini reformasi ini akan memperkuat posisi pasar modal Indonesia sebagai pasar yang lebih likuid, kredibel, dan berdaya saing global.(*)
Editor : Hendra Efison