Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Nevi Ingatkan Dampak ke Daya Beli Masyarakat

Heri Sugiarto • Sabtu, 25 April 2026 | 15:12 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina.(Foto: Tim NZ)
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina.(Foto: Tim NZ)

PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam menyesuaikan harga BBM nonsubsidi dan elpiji 12 kg.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah menjaga keberlanjutan fiskal dan ketahanan energi nasional di tengah tekanan global.

Nevi menilai kenaikan harga energi nonsubsidi tersebut merupakan langkah yang tidak mudah diambil pemerintah, mengingat kondisi geopolitik global yang berdampak langsung terhadap harga energi internasional.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu menjelaskan bahwa Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor LPG, sehingga rentan terhadap fluktuasi harga global.

“Pemerintah sudah mengambil langkah yang penuh perhitungan dengan tetap menjaga subsidi untuk masyarakat kecil, sementara penyesuaian dilakukan pada kelompok yang mampu. Ini bentuk kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Nevi.

Dorong Pengawasan Harga dan Distribusi Pangan

Meski mendukung kebijakan tersebut, legislator dari daerah pemilihan Sumatera Barat II itu mengingatkan pentingnya langkah lanjutan agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat.

Ia mendorong pemerintah untuk terus memantau harga kebutuhan pokok melalui operasi pasar, memastikan distribusi berjalan lancar, serta menjaga ketersediaan stok pangan, termasuk melalui peran Bulog.

Waspadai Dampak ke Sektor Transportasi dan UMKM

Nevi juga menyoroti potensi dampak tidak langsung dari penyesuaian harga BBM, terutama pada sektor transportasi dan logistik yang dapat memicu kenaikan harga barang dan jasa.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diantisipasi agar tidak membebani pelaku usaha, khususnya UMKM.

“Pemerintah perlu memastikan tidak terjadi efek berantai yang membebani masyarakat, termasuk potensi penurunan kualitas dan kuantitas produk atau shrinkflation,” ujarnya.

Pentingnya Stabilitas Psikologis Pasar

Selain faktor ekonomi, Nevi menekankan pentingnya menjaga stabilitas psikologis pasar. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kepanikan di masyarakat yang dapat memicu panic buying dan inflasi semu.

“Komunikasi publik yang baik menjadi kunci. Pemerintah perlu memberikan informasi yang jelas dan menenangkan agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” katanya.

Nevi menegaskan keberhasilan kebijakan penyesuaian harga energi sangat ditentukan oleh pengawasan yang kuat, stabilitas harga pangan, serta komunikasi publik yang efektif.

“Saya sangat berharap pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara kebijakan energi dan perlindungan daya beli masyarakat,” pungkasnya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Nevi Zuairina BBM #harga BBM nonsubsidi #LPG 12 kg Indonesia #kebijakan energi Indonesia #daya beli masyarakat