PADEK.JAWAPOS.COM—Pertamina Patra Niaga meresmikan SPBU Nelayan 18.237.014 Koperasi KNTI Aceh Selatan di Desa Ujong Pulo Rayeuk, Kecamatan Bakongan Timur, sebagai bagian dari program BBM Satu Harga.
Peresmian ini menjadi langkah nyata dalam menghadirkan akses energi yang merata bagi masyarakat pesisir, khususnya nelayan, agar mendapatkan bahan bakar dengan harga setara dan terjangkau.
Acara tersebut dihadiri Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Joko Juliantono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI Didit Herdiawan, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI sekaligus Komisaris Pertamina Patra Niaga Panel Barus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Aceh Selatan Mirwan MS.
Baca Juga: Debutan SDN 21 Payakumbuh Sabet Emas Kejurda, Ghania Bidik O2SN
Dari Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, turut hadir Executive General Manager Sunardi, Region Manager Retail Sales I Gusti Bagus Suteja, Region Manager HSSE Agoeng Priyatno, dan Area Manager Communication, Relations & CSR Fahrougi Andriani Sumampouw.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Joko Juliantono menyampaikan apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam menghadirkan SPBU Nelayan berbasis koperasi tersebut. Ia menilai kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengubah tatanan ekonomi masyarakat pesisir.
“Dengan adanya program ini, nantinya akan ada Kampung Nelayan Merah Putih yang dilengkapi berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas nelayan, termasuk SPBU Nelayan sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Baca Juga: Belajar dari Bekasi: Reaktivasi KAI Sumbar, Jangan Abaikan Risiko Spasial
Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menegaskan, pembangunan SPBU ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan energi yang inklusif dan berkeadilan.
“Melalui implementasi BBM Satu Harga, SPBU ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi nelayan serta meningkatkan kualitas layanan energi,” katanya.
Sementara itu, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi menambahkan, kehadiran SPBU Nelayan akan mempermudah akses energi bagi nelayan di Bakongan Timur.
Baca Juga: Menpar Widiyanti ke Bukittinggi, Dorong TdS 2027 dan Wisata Sumbar
Ia menyebut, sebelum SPBU ini beroperasi, nelayan harus menempuh jarak sekitar 4,4 kilometer hingga 6,4 kilometer untuk mendapatkan bahan bakar. Kondisi tersebut berdampak pada efisiensi waktu dan biaya operasional.
Kini, dengan hadirnya SPBU Nelayan 18.237.014, akses energi menjadi lebih dekat sehingga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
SPBU ini akan menyalurkan Biosolar sesuai ketentuan BPH Migas. Penyaluran dilakukan secara tepat sasaran melalui aplikasi XStar berdasarkan rekomendasi dari dinas terkait guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan transparan dan akuntabel.
Selain memperkuat akses energi, SPBU Nelayan ini juga dikelola oleh Koperasi KNTI Aceh Selatan sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi berbasis koperasi. Kehadiran fasilitas ini diharapkan memberikan dampak berganda terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.(*)
Editor : Hendra Efison