Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Prabowo Puji Kinerja Mentan Amran: Swasembada 4 Tahun Tercapai Hanya dalam 1 Tahun

Heri Sugiarto • Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).(Foto: Humas Kementan)
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).(Foto: Humas Kementan)

PADEK.JAWAPOS.COM-Presiden Prabowo Subianto memuji kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas keberhasilannya mempercepat swasembada pangan nasional. Target empat tahun yang diberikan pemerintah berhasil dicapai hanya dalam tempo satu tahun.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026).

“Saya tidak tahu bagaimana saya bisa ketemu seorang kayak Andi Amran Sulaiman. Saya tidak pernah kenal beliau. Kebetulan saya ketemu. Saya tanya dua tiga pertanyaan, ini orang oke ini pemikirannya,” kata Presiden Prabowo.

Ia mengaku bersyukur dapat bekerja bersama Amran yang dianggap memahami persoalan pertanian “dari hulu sampai hilir”.

Presiden Prabowo mengatakan bahwa dirinya memberi tugas kepada Mentan Amran untuk mewujudkan swasembada dalam empat tahun. Namun capaian itu justru terealisasi jauh lebih cepat.

“Saya beri tugas swasembada pangan dalam empat tahun, beliau bisa hasilkan dalam satu tahun. Saya ucapankan terima kasih,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, keberhasilan ini tidak datang secara tiba-tiba. Amran dinilai memiliki rekam jejak panjang, berasal dari keluarga petani, serta memahami langsung kebutuhan dan persoalan di lapangan.

Prabowo menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah isu strategis yang menentukan masa depan bangsa.

Karena itu, pemerintah memperkuat sektor pertanian di tengah tantangan global, terutama ketika sejumlah negara menghentikan ekspor pangan.

Indonesia justru mampu menjaga stabilitas stok dan mulai dipercaya negara lain untuk memasok beras.

“Sekarang banyak negara minta beli beras dari kita. Ini membuktikan bahwa kita mampu berdiri di atas kekuatan sendiri,” ujar Prabowo.

Ia menambahkan, tantangan terbesar Indonesia adalah memenuhi kebutuhan pangan lebih dari 287 juta penduduk.

Keberhasilan Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Amran dinilai menjadi bukti bahwa kerja kolaboratif mampu menjawab kebutuhan nasional lebih cepat dari target.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton, tanpa impor beras medium.

Sementara stok beras nasional terus menguat dan menembus lebih dari 5 juta ton per Mei 2026.

Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan produksi berkelanjutan untuk mempertahankan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam acara yang sama, Presiden Prabowo juga menyoroti peran koperasi desa dalam memperkuat ekonomi rakyat. Menurutnya, keberhasilan menjaga produksi pangan nasional, khususnya beras, menjadi fondasi penting dalam mendorong ekonomi berbasis desa.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#produksi beras nasional #ketahanan pangan Indonesia #prabowo subianto #andi amran sulaiman #swasembada pangan